<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Potret Kemiskinan Rakyat Indonesia</title>
	<atom:link href="http://keadilansosial.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keadilansosial.wordpress.com</link>
	<description>Ringkasan Ketidakpedulian Pemerintah Indonesia Pada Rakyat Kecil</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 12:07:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='keadilansosial.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Potret Kemiskinan Rakyat Indonesia</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://keadilansosial.wordpress.com/osd.xml" title="Potret Kemiskinan Rakyat Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://keadilansosial.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tingkat Kemiskinan AS Capai Level Tertinggi</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/tingkat-kemiskinan-as-capai-level-tertinggi/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/tingkat-kemiskinan-as-capai-level-tertinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 12:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Tingkat kemiskinan Amerika Serikat mencapai level tertinggi dalam dua dekade terakhir. Begitu juga dengan pendapatan rumah tangga yang menurun dari tahun 2010. Ini menggaris bawahi dampak dari buruknya perekonomian selama 7 dekade. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Sensus AS, &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/tingkat-kemiskinan-as-capai-level-tertinggi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=213&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tingkat kemiskinan Amerika Serikat mencapai level tertinggi dalam dua dekade terakhir. Begitu juga dengan pendapatan rumah tangga yang menurun dari tahun 2010. Ini menggaris bawahi dampak dari buruknya perekonomian selama 7 dekade.</p>
<p>Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Sensus AS, Selasa (13/9/2011) waktu setempat, memperlihatkan jumlah masyarakat yang hidup dalam kemiskinan mencapai 15,1 persen. Tingkat kemiskinan berada di level 14,3 persen pada tahun 2009. Nilai tengah pendapatan rumah tangga pun turun 2,3 persen.</p>
<p>Jumlah penduduk AS yang hidup dalam kemiskinan ini adalah yang tertinggi dalam 52 tahun sejak Badan Sensus AS mulai melakukan pendataan. Ini menunjukkan perekonomian semakin memburuk beberapa bulan terakhir. ”Para keluarga bergelut untuk menaruh makanan di atas meja. Dan mereka tidak memiliki daya tawar untuk membantu pemulihan ekonomi,” ujar Isabel Sawhill, Senior Fellow di Brookings Institution, Washington, seperti yang dikutip Bloomberg.</p>
<p>Penduduk miskin AS kini bertambah menjadi 46,2 juta orang dari 43,6 juta orang. Tingkat kemiskinan sebesar 15,1 persen terakhir kali terjadi pada 1993. Sementara nilai tengah penda</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=213&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/tingkat-kemiskinan-as-capai-level-tertinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun 2011 Penduduk Miskin Indonesia Bertambah 5 Juta Orang</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/tahun-2011-penduduk-miskin-indonesia-bertambah-5-juta-orang/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/tahun-2011-penduduk-miskin-indonesia-bertambah-5-juta-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 12:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Badan Pusat Statistik menghitung jumlah penduduk hampir miskin tahun 2011 bertambah 5 juta jiwa dibandingkan dengan tahun lalu. Sejumlah anggota DPR meminta agar penduduk hampir miskin tersebut juga menjadi target pengurangan kemiskinan. Hal itu mengemuka dalam rapat kerja membahas Rancangan &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/tahun-2011-penduduk-miskin-indonesia-bertambah-5-juta-orang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=211&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Pusat Statistik menghitung jumlah penduduk hampir miskin tahun 2011 bertambah 5 juta jiwa dibandingkan dengan tahun lalu. Sejumlah anggota DPR meminta agar penduduk hampir miskin tersebut juga menjadi target pengurangan kemiskinan.</p>
<p>Hal itu mengemuka dalam rapat kerja membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012 antara Komisi XI DPR dan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/9/2011).</p>
<p>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam rapat itu merinci, bertambahnya 5 juta penduduk hampir miskin itu terdiri atas 1 juta jiwa yang ”naik status”, dari miskin ke hampir miskin. Sebanyak 4 juta jiwa lainnya ”turun status”, dari tidak miskin ke hampir miskin.</p>
<p>Dalam sasaran strategis rencana kerja pemerintah 2011-2012, pemerintah menargetkan penduduk miskin adalah 10,5 persen- 11,5 persen, turun dari target APBN-Perubahan 2011, yaitu 11,5 persen-12,5 persen. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 adalah 237.556.363 jiwa.</p>
<p>Penjelasan Rusman tersebut berkaitan dengan polemik di Komisi XI DPR soal penduduk hampir miskin yang tidak dijadikan target pemerintah. Sebagian anggota Komisi XI DPR berpandangan bahwa target pengurangan penduduk hampir miskin harus dijadikan indikator kualitas pertumbuhan ekonomi pada 2012. Anggota lainnya berpandangan tidak perlu.</p>
<p>Arif Budimanta, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI-P, mendesak pemerintah mesti memberikan perhatian serius terhadap penduduk hampir miskin seserius penduduk miskin.</p>
<p>Selama tiga tahun terakhir, Arif melanjutkan, penduduk hampir miskin terus bertambah. Pada tahun 2009, mengacu data BPS, penduduk hampir miskin berjumlah 20,66 juta jiwa atau 8,99 persen dari total penduduk Indonesia. Pada tahun 2010, jumlahnya bertambah menjadi 22,9 juta jiwa atau 9,88 persen dari total penduduk Indonesia. Pada tahun 2011, jumlahnya bertambah 5 juta jiwa sehingga menjadi total 27,12 juta jiwa atau 10,28 persen total penduduk.</p>
<p>”Artinya, program pengentasan penduduk dari kemiskinan tidak tepat. Padahal dalam RAPBN 2012, alokasinya sebesar Rp 50,9 triliun untuk 28 program pengentasan penduduk miskin,” kata Arif. Penduduk hampir miskin adalah golongan yang rentan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi.</p>
<p>Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR—yang juga membahas RAPBN 2012—menegaskan, pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi. ”Saat ini, memilih tidak menaikkan harga,” ujar Hatta.</p>
<p>Komisi VII DPR juga menyepakati asumsi makro RAPBN 2012, yakni target produksi minyak siap jual 950.000 barrel per hari dan harga minyak mentah Indonesia 90 dollar AS per barrel. Volume BBM bersubsidi disepakati 40 juta kiloliter dan biaya distribusi dan margin BBM bersubsidi Rp 613,9 per liter</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=211&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/tahun-2011-penduduk-miskin-indonesia-bertambah-5-juta-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Penduduk Miskin Indonesia 2012 Dipatok 10,5 Persen</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/jumlah-penduduk-miskin-indonesia-2012-dipatok-105-persen/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/jumlah-penduduk-miskin-indonesia-2012-dipatok-105-persen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 09:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Badan Perenacanaan Pembangunan Nasional mematok target tingkat kemiskinan tahun 2012 sebesar 10,5-11,5 persen. Target tersebut lebih tinggi dari tahun ini, yakni sebesar 12,49 persen dari total penduduk. Hal tersebut disampaikan Kepala Bappenas Armida Alisjabana di Jakarta, Rabu (14/9/2011). &#8220;Jumlah penduduk &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/jumlah-penduduk-miskin-indonesia-2012-dipatok-105-persen/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=208&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Perenacanaan Pembangunan Nasional mematok target tingkat kemiskinan tahun 2012 sebesar 10,5-11,5 persen. Target tersebut lebih tinggi dari tahun ini, yakni sebesar 12,49 persen dari total penduduk.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Kepala Bappenas Armida Alisjabana di Jakarta, Rabu (14/9/2011). &#8220;Jumlah penduduk tahun ini mencapai 240 juta jiwa. Tahun depan kemungkinan naik sekitar 5 juta jiwa. Kami yakin target bisa tercapai karena kondisi ekonomi sangat memungkinkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan, pengurangan kemiskinan bisa dilihat dari seberapa banyak lapangan kerja yang diciptakan. Semakin banyak lapangan kerja, kemiskinan makin berkurang.</p>
<p>&#8220;Tahun ini setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa menyerap 370.000 tenaga kerja. Tahun depan serapannya harus lebih besar, yakni 440.000 per 1 persen pertumbuhan,&#8221; katanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=208&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2012/01/12/jumlah-penduduk-miskin-indonesia-2012-dipatok-105-persen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadiani, Janda Tua Punguti Sisa Beras Di Tanah Pasar Induk Cipinang Untuk Menghidupi 5 Orang Cucunya</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/10/02/hadiani-janda-tua-punguti-sisa-beras-di-tanah-pasar-induk-cipinang-untuk-menghidupi-5-orang-cucunya/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/10/02/hadiani-janda-tua-punguti-sisa-beras-di-tanah-pasar-induk-cipinang-untuk-menghidupi-5-orang-cucunya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 09:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Mentari bersinar terik ketika satu persatu truk pengangkut beras memasuki Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa siang itu. Puluhan buruh angkut sigap berdiri begitu truk menepi di depan toko. Membuka terpal yang menutupi dan pintu belakang truk. Satu persatu &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2011/10/02/hadiani-janda-tua-punguti-sisa-beras-di-tanah-pasar-induk-cipinang-untuk-menghidupi-5-orang-cucunya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=206&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Mentari bersinar terik ketika satu persatu truk pengangkut beras memasuki Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa siang itu.</p>
<p>Puluhan buruh angkut sigap berdiri begitu truk menepi di depan toko. Membuka terpal yang menutupi dan pintu belakang truk. Satu persatu karung beras mereka angkut dari truk ke dalam toko.</p>
<p>Hadiani (66) hanya bisa berdiri dan menatap para buruh yang tengah mengangkut beras itu. </p>
<p>Tangan kirinya memegang sapu lidi, tangan kanannya menggenggam pengki. Di punggungnya melilit kain yang dijadikannya sebagai pengganti tas.</p>
<p>Begitu buruh-buruh angkut itu selesai bekerja, nenek lima orang cucu ini dengan cekatan menyapu beras yang menjatuhi jalanan. Tak dipedulikannya terik sinar mentari.</p>
<p>Dengan tekun dikumpulkannya butir-butir beras yang bercampur dengan tanah jalanan. Kemudian dia masukkan ke kantong plastik yang disandangnya.</p>
<p>Sesekali tangannya mengusap keringat yang menetes di wajah penuh kerutan itu. Kelelahan tergambar jelas di wajahnya. Hadiani tak peduli. Dia terus bekerja hingga tak ada lagi beras di jalan.</p>
<p>Hadiani adalah satu dari ratusan pengumpul beras di Pasar Induk Beras Cipinang.</p>
<p>Ada pengumpul beras yang mengumpulkan ceceran beras di lantai toko. Biasanya mereka ini sudah mendapat izin dari pemilik toko.</p>
<p>Ada juga yang mengumpulkan beras yang berceceran di jalan. Mereka ini disebut pengumpul liar. </p>
<p>Hadiani adalah satu dari ratusan pengumpul liar di pusat penampungan beras asal dari daerah penghasil beras di pulau Jawa itu.</p>
<p>&#8220;Kalau yang berceceran di toko itu tidak boleh dipunguti karena sudah ada orangnya, jadi cuma boleh memunguti beras yang ada di jalan,&#8221; ujar perempuan asal Semarang ini.</p>
<p>Dia kumpulkan beras-beras tercecer itu, kemudian dia pisahkan dari pasir. Lalu dijualnya.  Setiap hari, ia bisa mengumpulkan delapan liter beras yang dijualnya dengan harga Rp3.000 per liter.</p>
<p>&#8220;Biasanya beras itu bukan untuk dimakan, tapi untuk makan ayam,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Hadiani melakoni pekerjaan ini sejak enam tahun lalu, sejak anak semata wayangnya, Budiman, meninggal dunia meninggalkan lima anak yang adalah juga cucu Hadiani.</p>
<p>Bukannya bertanggung jawab mengasuh anak-anaknya, sang menantu malah meninggalkan mereka untuk kabur bersama lelaki lain.</p>
<p>Sejak itu, Hadiani mengambilalih semua tanggung jawab, termasuk menyekolahkan kelima cucunya; Haryanto (17), Haryono (15), Haryadi (13), Harsono (11), dan Haryani (9).</p>
<p>Awalnya, ia bingung mau bekerja apa. Sebelumnya perempuan yang merantau ke Jakarta sejak 1971 ini menjadi pembantu rumah tangga.</p>
<p>Namun di usianya yang mencapai kepala tujuh, ia tidak mampu melakoni dengan baik profesi ini.</p>
<p>&#8220;Kalau jadi pembantu tidak kuat, kakinya sudah sakit-sakitan,&#8221; kata perempuan yang menjanda sejak tahun 1995 itu.</p>
<p>Hingga kemudian temannya mengajaknya mengumpulkan beras di Pasar Induk Beras Cipinang.</p>
<p>Mau tidak mau dia harus banting tulang demi menghidupi cucu-cucunya dengan memunguti beras yang berceceran di pasar induk itu. Untuk ini pun, dia harus banyak beristirahat.</p>
<p>Di Jakarta, dia dan kelima cucu tinggal di sebuah kamar kontrakan yang harga sewanya Rp250 ribu per bulan. </p>
<p>Di kamar yang sempit itu, mereka berenam tidur, memasak, pokoknya apa saja.</p>
<p>&#8220;Kalau dibilang sempit ya sempit. Tapi mau bagaimana lagi,&#8221; ujarnya pasrah.</p>
<p>Beruntung, cucunya yang duduk di SD, SMP dan SMA itu berprestasi di sekolah. Dia pun tak perlu repot memikirkan biaya sekolah bulanan mereka.</p>
<p>&#8220;Uang jajan saja yang diberi setiap pagi. Ada yang Rp1.000, ada yang Rp2.000 dan ada juga yang Rp3.000. Tergantung sekolahnya,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Menurut dia, cucu-cucunya mengerti kondisi keuangan neneknya dan tak pernah meminta macam-macam. Bahkan si sulung Haryanto, berniat langsung mencari kerja begitu menamatkan sekolahnya.</p>
<p>Untuk makan sehari-hari, Hadiani menyisihkan beras yang dikumpulkannya untuk dimasak dan dimakan bersama.  Kadang dia mendapat belas kasihan dari para tetangga yang iba kepada nasibnya.</p>
<p>&#8220;Makan seadanya saja, kadang pakai lauk kadang tidak,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Hadiani tak berharap banyak, hanya ingin sehat selalu dan mampu membiayai cucunya hingga lulus sekolah. </p>
<p>Dia tak bisa membayangkan nasib cucu-cucunya jika dirinya jatuh sakit.</p>
<p>&#8220;Semoga saya sehat selalu,&#8221; katanya lirih.</p>
<p>Hadiani tak sendiri, di negeri ini, puluhan juta penduduk harus hidup sekeras Hadiani.  Mereka hidup di bawah garis kemiskinan, walaupun setiap tahun triliunan rupiah digulirkan untuk pengentasan kemiskinan.</p>
<p>Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2011 adalah 30,02 juta orang.  Angka ini sama dengan 12,49 persen dari total penduduk Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=206&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/10/02/hadiani-janda-tua-punguti-sisa-beras-di-tanah-pasar-induk-cipinang-untuk-menghidupi-5-orang-cucunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ditemukan 17 Bayi Gizi Buruk di Malang</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/07/22/ditemukan-17-bayi-gizi-buruk-di-malang/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/07/22/ditemukan-17-bayi-gizi-buruk-di-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 10:23:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Malang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih dapat ditemukan bayi penderita gizi buruk. Terbukti, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendapati ada 17 bayi penderita gizi buruk di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung. Data tersebut &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2011/07/22/ditemukan-17-bayi-gizi-buruk-di-malang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=203&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih dapat ditemukan bayi penderita gizi buruk. Terbukti, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendapati ada 17 bayi penderita gizi buruk di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung.</p>
<p>Data tersebut diungkapkan penanggungjawab kelompok 14 KKN-UMM Fery Pratama. &#8220;Kami sangat prihatin melihatnya,&#8221; kata Fery, Jumat (22/7/2011).</p>
<p>&#8220;Sengaja kami membuat acara itu, karena kami gerah melihat kondisi kesehatan sebagian balita yang menderita gizi buruk. Acara itu digelar dengan menularkan pengetahuan tentang cara pemberian makan dan susu yang tepat pada ibu-ibu terutama yang mempunyai anak penderita gizi buruk,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, menurut Kepala seksi Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang, Riyanto, pihaknya mengaku akan melakukan pengecekan ke lokasi terlebih dahulu. &#8220;Kalau belum mengecek, kami belum bisa mengatakan kasus temuan mahasiswa itu murni gizi buruk atau tidak,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang, HM Fauzi, angka kelahiran di Kabupaten Malang mencapai 200 ribu bayi per tahun. &#8220;Dari angka kelahiran itu, memang masih ada bayi yang kurang gizi. Namun, jumlah bayi kurang gizi itu di bawah satu persen dari angka kelahiran,&#8221; kilahnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=203&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/07/22/ditemukan-17-bayi-gizi-buruk-di-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matius Buta Karena Cacar dan Kini Hidup Menyendiri Di Dalam Hutan Selama 20 Tahun</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/07/13/matius-buta-karena-cacar-dan-kini-hidup-menyendiri-di-dalam-hutan-selama-20-tahun/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/07/13/matius-buta-karena-cacar-dan-kini-hidup-menyendiri-di-dalam-hutan-selama-20-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 07:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sulawesi Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Serangan penyakit cacar menyebabkan Matius (54) kehilangan penglihatan sejak 20 tahun lalu. Namun, keterbatasan fisik itu tidak membuatnya bergantung pada orang lain. Berbekal keterampilan memanjat kelapa dan membuat dinding anyaman kulit nipah, duda paruh baya itu hidup menyendiri di hutan. &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2011/07/13/matius-buta-karena-cacar-dan-kini-hidup-menyendiri-di-dalam-hutan-selama-20-tahun/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=201&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Serangan penyakit cacar menyebabkan Matius (54) kehilangan penglihatan sejak 20 tahun lalu. Namun, keterbatasan fisik itu tidak membuatnya bergantung pada orang lain. Berbekal keterampilan memanjat kelapa dan membuat dinding anyaman kulit nipah, duda paruh baya itu hidup menyendiri di hutan. Jerih payahnya itu menghasilkan uang tak lebih dari Rp 20.000 per hari. Dengan itulah dia menopang kehidupannya sehari-hari.</p>
<p>Matius, warga Kampung Salurang, Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ini tinggal di sebuah gubuk tua yang dibangun di tengah hutan nipah. </p>
<p>Sejak kedua matanya buta, Matius menekuni profesi sebagai tukang panjat kelapa. Jika sepi order karena tak ada tetangga yang membutuhkan jasa panjat kelapa, Matius mencari nafkah dengan cara lain, yakni menjadi perajin dinding dari kulit nipah.</p>
<p>Keterampilan menganyam itu dipelajarinya sendiri. Dia bisa membuat berbagai variasi anyaman yang cantik. Dalam sehari Matius bisa menghasilkan sampai empat dinding nipah yang siap dijual.</p>
<p>Harga per lembarnya Rp 12.000-Rp 15.000. &#8220;Kadang-kadang menumpuk di kolong rumah karena tidak laku-laku sampai seminggu,&#8221; kata Matius.</p>
<p>Dinding anyaman karya Matius tidak hanya dibeli warga Polewali Manda. Banyak juga warga Mamasa dan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, membelinya.</p>
<p>Seluruh proses pembuatan selembar dinding nipah berukuran 1,5 x 3 meter persegi dikerjakan Matius seorang sendiri, mulai dari mengambil bahan baku pelepah nipah yang tumbuh di sekitar gubuknya, membelah pelepah nipah, hingga menganyam menjadi selembar dinding nipah.</p>
<p>Mahir bermain gitar dan piano, Matius pernah membentuk sebuah band yang dinamai Irama Band. Band ini cukup populer dan digemari masyarakat Mamasa, kampung halamannya. Namun, band itu bubar sejak dia menjadi buta.</p>
<p>Meskipun tidak lagi menjadi pemain band, lelaki yang bercerai dengan istrinya 20 tahun silam itu tetap senang memainkan gitar tua pemberian seorang temannya di saat remaja dulu. Kadang-kadang ada tetangga yang singgah untuk sekadar mengobrol.</p>
<p>Menyadari keterbatasan fisiknya, Matius tak mempunyai impian muluk. &#8220;Saya hanya berharap dinding anyaman buatan saya laris manis dan makin dikenal orang. Supaya urusan membeli beras dan lauk pauk tidak perlu berutang kepada tetangga,&#8221; kata lelaki pendiam, tetapi ramah itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=201&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/07/13/matius-buta-karena-cacar-dan-kini-hidup-menyendiri-di-dalam-hutan-selama-20-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemiskinan Akut Di Indonesia dan Cara Menjadikan Mereka Kaya</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/04/28/kemiskinan-akut-di-indonesia-dan-cara-menjadikan-mereka-kaya/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/04/28/kemiskinan-akut-di-indonesia-dan-cara-menjadikan-mereka-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 13:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Maret 2010, ada 31,02 juta penduduk miskin di Indonesia, atau 13,33 persen dari total penduduk Indonesia. Angka ini turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebanyak 32,53 juta. Bagian terbesar penduduk miskin hidup di &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2011/04/28/kemiskinan-akut-di-indonesia-dan-cara-menjadikan-mereka-kaya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=198&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Maret 2010, ada 31,02 juta penduduk miskin di Indonesia, atau 13,33 persen dari total penduduk Indonesia.</p>
<p>Angka ini turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebanyak 32,53 juta.</p>
<p>Bagian terbesar penduduk miskin hidup di desa.  Mereka ini lalu menoleh perkotaan untuk mengatasi kemiskinan mereka.  Maka arus urbanisasi pun mengencang.</p>
<p>Namun karena banyak dari mereka tak cukup terdidik dan tak cukup keahlian, kehadiran mereka di kota malah memindahkan kemiskinan dari desa ke kota atau mempertinggi angka kemiskinan kota.</p>
<p>Keadaan itu terjadi pula di Jakarta.  Malah, persaingan hidup yang sengit dan lahan yang kian menyempit, memaksa jutaan orang miskin kota tinggal di daerah-daerah tak layak ditempati, sampai-sampai ada yang harus menempati sudut-sudut yang selain membahayakan dan merusak tata kota, tapi juga bukan haknya.</p>
<p>Mereka ini termasuk yang tinggal di wilayah bantaran rel kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).  Diataranya yang terdapat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, tepatnya depan kampus STIA LAN, Jakarta.</p>
<p>Di sini, bangunan-bangunan semi permanen menyesaki lahan pinggir rel.  Bangunan-bangunan ini ditinggali ratusan kepala keluarga yang hanya satu meter dari bibir rel.</p>
<p>Mereka sudah tidak mempedulikan keselamatan diri mereka.  Namun, karena sudah biasa, dan pastinya karena dipaksa oleh tuntutan hidup, mereka menjalani juga kehidupan penuh risiko itu.</p>
<p>Kebanyakan dari mereka adalah kaum pendatang yang berurbanisasi dari wilayah-wilayah seperti Indramayu, Cirebon, Madura, dan banyak tempat lainnya.</p>
<p>Setiap keluarga menyesaki ruangan seukuran 3&#215;3 meter persegi yang disusun dari potongan-potongan kayu.  Di ruang sesempit ini rata-rata ada tiga orang di dalamnya.</p>
<p>Mereka rata-rata berdagang, tukang bangunan, supir taksi, sopir bajay, tukang ojek, tukang cuci pakaiaan, pembantu rumah tangga, dan profesi informal lainnya.</p>
<p>Jangan anggap mereka gratis menempati gubuk-gubuk itu, sebaliknya mereka harus membayar sewa kepada penghuni awal lahan milik PT KAI tersebut.</p>
<p>&#8220;Jangan salah lho, kami ngontrak untuk bisa tinggal di rel ini,&#8221; kata Ujang Supriatna (29).</p>
<p>Bayarannya, kata penjual gorengan keliling ini, adalah Rp200 ribu sebulan, dengan fasilitas aliran listrik dan tempat MCK.</p>
<p>Ujang mengaku sudah tiga tahun tinggal di situ. Tentu saja dia tinggal bersama keluarganya.</p>
<p>Mereka sadar</p>
<p>Sulit membayangkan bisa hidup di tempat sesumpek itu. Tapi, mereka bahkan ada yang sudah berpuluh tahun tinggal di situ. &#8220;Saya tinggal di sini sejak tahun 1985,&#8221; kata Oom komariyah (47).</p>
<p>Ibu rumah tangga beranak tiga itu mengungkapkan kehidupan seperti ini sudah ada sejak dia dan suaminya hijrah dari Tasikmalayua ke Jakarta 25 tahun silam untuk mengadu nasib.</p>
<p>Demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Oom membuka warung di sisi rel yang berjarak hanya satu meter dari jalur kereta api, sementara suaminya menjadi tukang bangunan.</p>
<p>Mereka benar-benar sudah terbiasa hidup di kesumpekan, sampai-sampai harus menyimpan properti mereka di luar gubuk.  Mereka yang memiliki sepeda motor atau gerobak, terpaksa memarkir asetnya itu di ruang di antara dua rel kereta api.</p>
<p>&#8220;Ya mau gimana lagi, orang lahannya sempit,&#8221; kata Kosim Rohimat (33).</p>
<p>Kosim berprofesi sebagai pedagang mie ayam dan kadang nyambi menjadi tukang bangunan, sedangkan sang istrinya bekerja sebagai tukang cuci di rumah susun tak jauh dari tempat mereka tinggal.</p>
<p>Bukan hanya kalangan dewasa yang terbiasa di kesumpekan, anak-anak mereka pun terbiasa bermain di wilayah yang tak menyisakan sejengkal pun tanah untuk tempat bermain anak itu.</p>
<p>Meski menganggap gubuk-gubuk itu istananya, tapi mereka sadar telah menempati lahan yang bukan haknya, sehingga kalau ditertibkan mereka akan menerimanya.</p>
<p>&#8220;Kita sih terima aja ditertibkan karena memang ini bukan tanah saya,&#8221; kata Oom.</p>
<p>Yang Oom dan warga bantaran rel lainnya minta adalah mengkomunikasikannya dulu kepada mereka, jangan asal bongkar dan gusur.</p>
<p>&#8220;Ditertibkan sih boleh boleh saja, yang penting diberitahukan kepada semua warga di sini,&#8221; kata Usep.</p>
<p>Warga asal Garut ini ingin ada musyawarah terlebih dahulu sebelum ditertibkan, termasuk membincangkan kompensasi untuk mereka.</p>
<p>Warga seperti Oom mengharapkan kompensasi itu diantaranya pinjaman usaha dan biaya pemulangan mereka ke kampung. &#8220;Saya sih terima kasih kalau nanti ada bantuan, moga-moga bisa lancarin usaha saya,&#8221; kata Oom.</p>
<p>Selama ini hanya keterpaksaan yang membuat mereka tinggal di bantaran rel.  Mereka melakukannya dmei mencoba bertahan hidup di Jakarta, apalagi mereka sudah beranak pinak.</p>
<p>Pemerintah sendiri dalam waktu dekat akan menertibkan wilayah bantaran rel, mulai kawasan dekat flyover Slipi sampai kawasan Pintu Air Pejompongan.  Jadi termasuk area di mana Oom, Ujang, Kosim dan ratusan keluarga lainnya tinggal.</p>
<p>Penertiban kawasan itu diberlakukan kepada wilayah di dua sisi bantaran rel, yaitu sisi wilayah Petamburan sejauh 1 meter dari rel dan sisi Pejompongan sejauh 5 meter dari rel.</p>
<p>Kiprah Kementerian Sosial</p>
<p>Sebelum penertiban dilaksanakan, ada baiknya mendengar dulu keluhan warga itu yang umumnya berharap mendapatkan kompensasi berupa bantuan modal.  Tentu saja sebagai warga negara, mereka berhak difasilitasi negara.</p>
<p>Selama ini mereka mengandalkan pinjaman dari para rentenir karena mana mau bank menyalurkan kredit kepada warga miskin seperti mereka.  Mereka menyebut para rentenir dengan &#8220;bank keliling&#8221;.</p>
<p>&#8220;Modal usaha sangat penting bagi kami,&#8221; kata Usep.</p>
<p>Pemerintah sendiri, diantaranya Kementerian Sosial, tak berdiam diri menjawab aspirasi warga miskin ini.</p>
<p>Kementerian Sosial sendiri, bersama PT. KAI, menyatakan kesiapannya membantu penduduk miskin yang rumah sumpek mereka itu akan segera ditertibkan.  Kementerian akan memberdayakan masyarakat miskin kota, termasuk yang ada di bantaran rel kereta api.</p>
<p>Humas Kementrian Sosial Tati Nurhayati menyatakan, pihaknya siap mendampingi masyarakat yang menempati lahan milik PT. KAI.</p>
<p>Melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan dan Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan, Kementeriam Sosial juga siap membantu pemulangan mereka ke kampung asalnya.</p>
<p>&#8220;Nantinya mereka akan dipulangkan ke kampung halaman masing masing,&#8221; kata Tati.</p>
<p>Khusus anak-anak yang tinggal di kawasan miskin itu, pemerintah menyediakan pelayanan khusus untuk anak balita, anak terlantar dan jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum, anak cacat dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus.</p>
<p>Skema perlindungannya dimaktub dalam Program Kesejahteraan Sosial Anak(PKSA).</p>
<p>Sejak 2009 hingga 2010, Kementerian Sosial sudah mengalokasikan Rp194 miliar untuk program PKSA dan ini sudah menjangkau 148.890 anak yang memiliki masalah sosial, termasuk 4.884 anak jalanan.</p>
<p>Sementara untuk merespons keluhan seperti disampaikan warga bantaran rel, Kementerian Sosial memiliki progam khusus Kelompok Usaha Bersama (KUBE).</p>
<p>Dalam skema ini, kelompok warga miskin bisa mendapat bantuan Rp20 juta. Dengan dana ini warga miskin mesti bisa mengembangkan usahanya sendiri.</p>
<p>Di Palu, Sulawesi Tengah, program KUBE mencatat sukses.  Warga miskin yang mendapat bantuan skema ini berhasil mengembangkan usaha batu bata, sementara di Kabupaten Bangli, Bali, program serupa sukses mendorong usaha ternak sapi di sana.</p>
<p>Dengan keberhasilan seperti itu, program serupa bisa pula membantu mengeluarkan Oom dan banyak lagi warga miskin di bantaran rel atau warga miskin perkotaan lainnya, keluar dari jerat kemiskinan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=198&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/04/28/kemiskinan-akut-di-indonesia-dan-cara-menjadikan-mereka-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Persen Anak Di Manokwari Terkena Kasus Gizi Buruk</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/04/01/10-persen-anak-di-manokwari-terkena-kasus-gizi-buruk/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/04/01/10-persen-anak-di-manokwari-terkena-kasus-gizi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 01:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Manokwari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 10 persen anak balita di Manokwari, Papua Barat, mengalami gizi buruk. Selain rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gizi ibu hamil dan anak balita, juga terbatasnya ahli gizi. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Henri Sembiring, Kamis (31/3), tahun 2010 tercatat 214 &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2011/04/01/10-persen-anak-di-manokwari-terkena-kasus-gizi-buruk/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=196&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar 10 persen anak balita di Manokwari, Papua Barat, mengalami gizi buruk. Selain rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gizi ibu hamil dan anak balita, juga terbatasnya ahli gizi.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Henri Sembiring, Kamis (31/3), tahun 2010 tercatat 214 dari 2.270 bayi dan anak balita yang ditimbang di posyandu dan puskesmas menderita gizi buruk. Diperkirakan, jumlah sebenarnya lebih besar, sekitar 500 kasus, karena ada 3.039 bayi dan anak balita yang tidak dibawa untuk ditimbang berat badan.</p>
<p>Tahun lalu, dua anak balita meninggal akibat gizi buruk. Padahal, mereka tinggal dekat Manokwari. Bahkan, empat bayi dan anak balita dari masyarakat berpenghasilan tinggi kena gizi buruk.</p>
<p>Penyebab gizi buruk di Manokwari, pertama, rendahnya kesadaran orangtua memberikan asupan gizi yang cukup. Mereka lebih mementingkan menyimpan uang untuk investasi. ”Kami pernah membagikan telur untuk anak balita di Sanggeng, tetapi yang makan bapaknya,” ujar Henri.</p>
<p>Kedua, terbatasnya puskesmas, posyandu, kader posyandu, juga ahli gizi di tiap kecamatan. Dari 22 puskesmas di Manokwari, hanya 16 berjalan baik. Posyandunya hanya 80 persen dari 270 unit yang aktif.</p>
<p>Ketiga, ketahanan dan ketersediaan pangan. Menurut Kepala Seksi Gizi Dinkes Manokwari Mambrasar Nataniel, sumber makanan di Papua berlimpah, tetapi warga belum bisa mengolah. ”Umumnya anak balita kekurangan sumber protein,” kata Mambrasar. Bayi dan anak balita yang menderita gizi buruk banyak di daerah pedalaman, seperti Anggi dan Dataran Izim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=196&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/04/01/10-persen-anak-di-manokwari-terkena-kasus-gizi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Target Angka Kemiskinan Tahun ini Diturunkan Menjadi 12,5%</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/01/31/target-angka-kemiskinan-tahun-ini-diturunkan-menjadi-125/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/01/31/target-angka-kemiskinan-tahun-ini-diturunkan-menjadi-125/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 01:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi angka kemiskinan tahun ini mampu ditekan menjadi 11,5% hingga 12,5%. Turun sekitar 1% dari tahun sebelumnya yang mencapai 13,3%. Direktur Statsitik Harga BPS, Sasmito Wibowo mengatakan, untuk mencapai target tersebut pemerintah harus melewati beberapa hambatan. &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2011/01/31/target-angka-kemiskinan-tahun-ini-diturunkan-menjadi-125/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=193&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi angka kemiskinan tahun ini mampu ditekan menjadi 11,5% hingga 12,5%. Turun sekitar 1% dari tahun sebelumnya yang mencapai 13,3%.</p>
<p>Direktur Statsitik Harga BPS, Sasmito Wibowo mengatakan, untuk mencapai target tersebut pemerintah harus melewati beberapa hambatan. Diantaranya, upah buruh tani atau bangunan yang rendah. Upah nominal buruh tani saat ini rata-rata Rp 27ribu per hari.</p>
<p>Hambatan lain, yaitu kurangnya pendidikan bagi orang yang kurang mampu. “Sekitar 81% penduduk miskin hanya mampu menamatkan pendidikan sampai Sekolah Dasar,” tandasnya.</p>
<p>Sasmito bilang, perlu kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi rakyat miskin melalui penyediaan sarana atau prasarana kehidupan di lokasi kemiskinan yang terpencil, hubungan antar pulau yang masih terputus-putus, dan perbaikan implementasi progaram yang sedang berjalan.</p>
<p>Terhambat Korupsi</p>
<p>Selama ini pertumbuhan ekonomi terhambat KKN dan transisi demokrasi, kesenjangan pembangunan antar daerah dan antara sektor. &#8220;Ketimpangan pendapatan cenderung meningkat, dan pertumbuhan ekonomi yang kurang terkait dengan pengentasan kemiskinan,”paparnya.</p>
<p>Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih banyak yaitu mencapai 13,3% atau 31 juta orang dari total seluruh penduduk Indonesia 240 juta orang. “31 juta itu banyak, perlu kita benahi, tapi tidak bisa selesai dalam waktu 1- 2 tahun,” ujarnya.</p>
<p>Lanjut Hatta, warga miskin sangat sensitif tarhadap harga pangan, dan harga BBM , oleh sebab itu pemerintah mati-matian untuk stabilisasi pangan.</p>
<p>Dia juga menyebut angka kemiskinan di Indonesia setiap tahun terus menurun. Di 2008, angka kemiskinan tercatat mencapai 15,4% dari jumlah penduduk Indonesia, dan terus menurun menjadi 14,2% pada 2009 dan terakhir 13,3% pada tahun lalu.</p>
<p>Pemerintah menganggap masalah pengentasan kemiskinan tidak cukup diselesaikan dengan perdebatan. Pembukaan lapangan kerja dianggap sebagai solusi untuk menciptakan penurunan angka kemiskinan di Indonesia. “Hal penting lain yang harus dipecahkan pemerintah adalah mengurangi jurang kemiskinan antara masyarakat kaya dan miskin,” imbuh Hatta</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=193&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2011/01/31/target-angka-kemiskinan-tahun-ini-diturunkan-menjadi-125/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beras Buat Rakyat Miskin Kini Sudah Habis dan Pemerintah Berencana Mewajibkan Rakyat Miskin Makan Gaplek</title>
		<link>http://keadilansosial.wordpress.com/2010/12/31/beras-buat-rakyat-miskin-kini-sudah-habis-dan-pemerintah-berencana-mewajibkan-rakyat-miskin-makan-gaplek/</link>
		<comments>http://keadilansosial.wordpress.com/2010/12/31/beras-buat-rakyat-miskin-kini-sudah-habis-dan-pemerintah-berencana-mewajibkan-rakyat-miskin-makan-gaplek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 03:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gadis Kecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keadilansosial.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Meningkatnya jumlah konsumsi beras yang tidak diiringi dengan peningkatan produksi beras secara seimbang, menyebabkan pemerintah berencana untuk mengalihkan pemberian raskin (beras miskin) menjadi pangkin (pangan miskin) pada tahun 2011 mendatang. Konsep pangkin ini sudah lama disuarakan pemerintah sebagai bentuk penganekaragaman &#8230; <a href="http://keadilansosial.wordpress.com/2010/12/31/beras-buat-rakyat-miskin-kini-sudah-habis-dan-pemerintah-berencana-mewajibkan-rakyat-miskin-makan-gaplek/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=191&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meningkatnya jumlah konsumsi beras yang tidak diiringi dengan peningkatan produksi beras secara seimbang, menyebabkan pemerintah berencana untuk mengalihkan pemberian raskin (beras miskin) menjadi pangkin (pangan miskin) pada tahun 2011 mendatang.</p>
<p>Konsep pangkin ini sudah lama disuarakan pemerintah sebagai bentuk penganekaragaman pangan. Nantinya setiap bantuan pangan kepada masyarakat miskin tidak harus dalam bentuk beras, namun disesuaikan dengan makanan pokok wilayah setempat penerima subsidi pangan. Sebab, jika acuannya adalah pemenuhan kebutuhan karbohidrat, maka sesungguhnya tidak hanya beras yang menyediakan zat itu, tapi juga pangan lainnya seperti sagu, singkong, atau jagung.</p>
<p>“Kita mau kurangi makan nasi. Kita akan gencarkan di tahun 2011. Raskin tahun depan diganti pangkin,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (29/12) malam.</p>
<p>Ia menjelaskan, dalam program pangkin ini, salah-satu caranya adalah dengan menggalakkan konsumsi pangan khas daerah, seperti sagu dan singkong dan lain-lain.</p>
<p>“Untuk Maluku, kenapa harus raskin, kan bisa sagu. Atau bisa separuh-separuh, yakni dapat beras dan sagu. Pangan lokal perlu dihidupkan kembali. Misal singkong sudah jalan di beberapa daerah, seperti di Lampung dan Jatim. Ada percobaan yang siap diajukan Maluku (dengan sagu),” ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian, Achmad Suryana juga mengatakan, Bulog sebagai penyalur raskin sebaiknya memang tak hanya memberikan beras kepada masyarakat miskin yang sudah terbiasa mengonsumsi pangan jenis lain seperti sagu, jagung, singkong, atau ganyong.</p>
<p>“Raskin dapat disesuaikan dengan makanan pokok masyarakat setempat. Artinya program pangan untuk masyarakat miskin, jenis pangannya tak harus berupa beras, bisa sagu, jagung, singkong, atau ganyong kalau itu memang makanan kebiasaan mereka,” katanya.</p>
<p>Sebenarnya, Kementerian Pertanian telah mewacanakan untuk mengombinasikan beras dalam raskin dengan bahan nonberas.</p>
<p>Bahkan, terkait usulan pengombinasian pangan dalam program raskin itu, awal Oktober lalu Mentan sudah mengirim surat ke tujuh gubernur yang wilayah dinilai bisa melakukan uji coba.</p>
<p>Kepala Pusat Konsumsi dan Keamanan BKP, Mulyono Machmur, menjelaskan, bantuan subsidi yang selama ini memakai beras justru kontraproduktif dengan upaya penganekaragaman pangan. “Dampaknya, dalam beberapa kasus masyarakat Indonesia Timur yang sebelumnya makanan pokoknya adalah sagu justru dengan adanya raskin, malah beralih ke beras,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Jatim Agusdin Fariedh menyatakan kesiapannya jika memang ada penugasan secara resmi dari pemerintah terhadap program pangkin sebagai variasi dari raskin yang selama ini sudah berjalan.</p>
<p>“Namun, perubahan ini juga harus didahului dengan sosialisasi yang intensif ke masyarakat, khususnya sasaran raskin. Ini agar mereka paham dan tak ada gejolak di kemudian hari,” kata Agusdin.</p>
<p>Ia melanjutkan, pangan nonberas ke masyarakat miskin diharapkan bisa berupa bahan yang sudah diolah setengah jadi. Ini agar lebih tahan lama.</p>
<p>“Misalnya singkong diolah menjadi gaplek atau tepung tapioka. Selain lebih awet, juga memiliki nilai lebih dibanding singkong yang belum diolah,” ujarnya.</p>
<p>Meski begitu, Agusdin juga mengingatkan bahwa tak selamanya harga bahan nonberas lebih murah. Pada musim-musim tertentu bahkan harga jual singkong mendekati atau sama dengan harga beras di pasar. “Ini juga perlu dicermati,” tandasnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/keadilansosial.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/keadilansosial.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/keadilansosial.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/keadilansosial.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/keadilansosial.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/keadilansosial.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/keadilansosial.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/keadilansosial.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/keadilansosial.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/keadilansosial.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/keadilansosial.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/keadilansosial.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/keadilansosial.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/keadilansosial.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=keadilansosial.wordpress.com&amp;blog=3196057&amp;post=191&amp;subd=keadilansosial&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keadilansosial.wordpress.com/2010/12/31/beras-buat-rakyat-miskin-kini-sudah-habis-dan-pemerintah-berencana-mewajibkan-rakyat-miskin-makan-gaplek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/06edb80a9da66d9f39330156efcd50c1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis Kecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
