Kemiskinan Di Bekasi Bertambah Parah

BEKASI – Kemiskinan di Bekasi disebabkan banyak permasalahan yang kompleks, semisal peralihan lahan dari pertanian menjadi kawasan industri dan real estate, musnahnya ribuan hektar sawah yang gagal panen, juga musibah bencana alam khususnya yang menimpa warga di pesisir pantai Cabangbungin, Muaragembong dan Tarumajaya.

Warga pesisir yang turun temurun mengandalkan mata pencaharian sebagai nelayan, sudah sejak beberapa tahun ini tak lagi melaut lantaran langka dan mahalnya bahan bakar solar. “Lebih besar biaya operasional ketimbang hasilnya sedangkan solar bersubsidi kebanyakan dijual oleh petugas ke industri besar,” aku Nisan, warga Desa Pantai Makmur, Tarumajaya, Bekasi.

Nisan seperti halnya sejumlah warga lainnya di belahan pesisir pantai, terpaksa harus mengencangkan ikat pinggang, makan cuma sekali sehari. Sektor pertanian kini tak lagi bisa menjadi gantungan hidup. “Banyak saluran air yang sudah jebol dan ditutup karena pembangunan pabrik dan real estate” ungkap Nana tokoh warga yang juga aktivis ALU (Aliansi Utara) ini.

Kabag Sosial Pemkab Bekasi, Drs Abdurofiq, mengaku tidak pernah ada anggaran untuk itu. Bantuan yang dikoordinasikan bagian sosial, sebut Rofiq, paling-paling terhadap bencana alam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s