Penghasilan Hindun Warga Bogor Hanya Lima Ribu Per Hari

BOGOR – Hindun, nenek berusia 83 tahun ini hidup bersama Uwen, putrinya yang janda tanpa anak. Rumahnya berdinding geribik, berlantai tanah, tanpa ada TV, radio, dan penerang listrik.

“Kami mengandalkan makan dengan mencari kayu bakar,” ujar Nek Hindun di rumahnya di Kampung Ciburay, Kec. Cigombong, Bogor . Selama puluhan tahun tinggal di kampung ini, dia mengaku tak pernah melihat televisi. Usai magrib dia dan anaknya langsung terlelap tidur.

Paginya, dia sudah sibuk mencari kayu bersama warga lainnya, pukul 10:00 dia pulang dengan memanggul kayu. Setelah dipotong-potong kayu dijual seharga Rp 1.000- Rp 3.000 satu ikatnya.

“Sehari paling banyak Rp5000, dari uang inilah saya makan, sedangkan anak saya menjadi buruh cuci,” ucapnya. Uang dibelikan beras atau singkong, sisanya sekadar lauk.

Perempuan renta ini satu dari 1.190.819 penduduk miskin di Kabupaten Bogor dari jumlah pendudukanya 4.228. 951 jiwa. Jumlah ini menurut BPS Bogor naik sebanyak 82.913 ribu jiwa dibanding tahun 2007 atau sebesar 9,2 persen.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Demokrat, Darwin Saragih mengatakan pertambahan ini cenderung terus meningkat. “Dalam rencana strategis Bupati tahun 2003-2008, target penduduk miskin 434.590 jiwa. Namun, kenyataannya naik 249 persen,” sebutnya.

“Ternyata pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku pendiri Partai Demokrat tidak berpengaruh signifikan terhadap usaha-usaha untuk menyejahterakan warga kabupaten,” katanya dengan nada kesal. Meski APBD tahun 2007 sebesar Rp 1,086 triliun atau mengalami kenaikan 9,5 persen dibanding tahun 2006, faktanya belum mampu menghapus angka kemiskinan.

Di Kabupaten Bogor yang memiliki angka kemiskinan tertinggi di Kec. Jonggol, Sukamakmur, Sukajaya, Nanggung, Tenjo, Parung Panjang, Cigombong dan Rumpin. “Pemkot Bogor akan mengeluarkan dana sekitar Rp 9,2 miliar, namun dana itu masih kurang,” sebut Sekdakot Bogor Dody Rosadi.

Iklan

2 responses to “Penghasilan Hindun Warga Bogor Hanya Lima Ribu Per Hari

  1. Itu semua akibat nafsu serakah yang merasuki jiwa pemimpin kita. Serakah harta, kekuasaan, bahkan sudah sampai pada taraf gila harta & kuasa. Tapi ironinya manusia dengan watak seoerti itu diberi kesempatan memimpin. Sekarang ini yang menjadi panglima adaah kebatilan, kepalsuan dlsb. Ya…. AlLah Kapan keberanian & kebenaran akan memimpin negeri ini. MUsanahkanlah pemimpin lalim dan durjana yang memakan serta merampas hak rakyat.

  2. Itu semua akibat nafsu serakah yang merasuki jiwa pemimpin kita. Serakah harta, kekuasaan, bahkan sudah sampai pada taraf gila harta & kuasa. Tapi ironinya manusia dengan watak seoerti itu diberi kesempatan memimpin. Sekarang ini yang menjadi panglima adalah kebatilan, kepalsuan dlsb. Ya…. AlLah Kapan keberanian & kebenaran akan memimpin negeri ini. Musnahkanlah pemimpin lalim dan durjana yang memakan serta merampas hak rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s