Penanganan Kasus Gizi Buruk Masih Sebatas Wacana dan Janji Surga

Sebanyak 3.787 anak balita di DKI Jakarta mengalami gangguan pertumbuhan, termasuk kurang gizi dan gizi buruk. Meski kualitas kesehatan anak-anak itu terindikasi buruk, program perbaikan gizi melalui pemberian makanan tambahan masih terbatas sehingga ada anak yang terpaksa dirawat intensif di rumah sakit.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Gizi Komunitas pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Elisbatti, Kamis (17/4) di Jakarta.

Elisbatti mengatakan, para pasien anak yang mengalami gizi buruk itu dirawat di tujuh rumah sakit berbeda. ”Semuanya dibebaskan dari biaya perawatan rumah sakit tanpa harus menunjukkan surat keterangan tanda miskin,” katanya.

Sementara itu, bagi anak-anak yang menderita kurang gizi, kata Elisbatti, pihaknya menyediakan program makanan tambahan pemulihan (PMTP). Program ini, misalnya, berupa pemberian bubur bayi dan susu, dikoordinasi oleh puskesmas setempat.

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat, Kamis kemarin, menyerahkan bantuan Rp 100 juta untuk perbaikan gizi anak kepada Pemkot Jakarta Utara. Bantuan itu diterima Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Utara Paripurna Harimuda, disaksikan Wakil Wali Kota Jakarta Utara Syafruddin Putra.

”Upaya-upaya perbaikan gizi anak memang harus terus dilakukan. Selain dengan pemberian makanan tambahan juga perlu ada pembentukan pos gizi dan kelompok air susu ibu,” kata Safruddin Putra.

Gizi buruk di Kota Bekasi

Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyebutkan, dari kira-kira 177.000 anak balita di wilayah itu terdapat 15.066 anak balita yang mengalami rawan gizi. Bahkan, sebanyak 735 anak balita di antaranya sudah dikategorikan sebagai penderita gizi buruk.

Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad berjanji, jajaran dinas kesehatan dan seluruh kader posyandu diminta aktif memantau kondisi kesehatan dan gizi keluarga, terutama anak-anak. Pemkot Bekasi sudah mencanangkan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk perbaikan gizi anak balita.

Status gizi 15.066 anak balita di Kota Bekasi itu diketahui pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi dari hasil penimbangan anak balita Agustus 2007. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bekasi Anne Nurcandrani, sebanyak 735 anak balita terindikasi menderita gizi buruk. Sisanya, 14.331 anak balita, mengalami gizi kurang.

Anak balita yang mengalami rawan gizi itu tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi, dan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Bekasi Utara dan Kecamatan Jatiasih. Di Kecamatan Bekasi Utara terdapat 156 anak balita yang mengalami rawan gizi, sementara di Kecamatan Jatiasih terdapat 107 anak balita yang mengalami rawan gizi.

Dinkes Kota Bekasi mencanangkan PMTP selama 90 hari bagi 500 anak balita yang menderita gangguan gizi buruk.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s