Hak Hak PRT Atau Pembantu Rumah Tangga Tidak Dihormati

Pekerja rumah tangga belum diakui eksistensinya sebagai pekerja. Pengurus Organisasi Pekerja Rumah Tangga atau Operata Jakarta, Nur Aimah, mengatakan, Jakarta yang dianggap kota paling modern di Indonesia, sebagian besar dari total satu juta PRT dianggap tak lebih sebagai budak.

”Tolong, jangan sebut PRT sebagai pembantu. Kami adalah pekerja yang memiliki hak dan kewajiban setara dengan pekerja lainnya. Kemampuan kami mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah bentuk profesionalitas tersendiri. Itu seharusnya dihargai dan diterapkan upah minimum regional bagi kami,” kata Nur Aimah, Jumat (2/5).

Berdasarkan survei ILO-IPEC tahun 2003, jumlah PRT di Indonesia, tidak termasuk di Nanggroe Aceh Darussalam, Maluku, dan Maluku Utara, mencapai 2.593.399 orang. Jumlah PRT di Jakarta mencapai 801.566 orang. Peningkatan jumlah PRT di Jakarta cukup tinggi. Lima tahun sebelumnya, jumlah PRT di Jakarta kurang dari separuhnya saja. Pada 2008 ini, jumlah PRT di Ibu kota dipastikan menembus angka lebih dari satu juta orang.

”Namun, pendapatan kami tidak jauh berbeda. Kami mengurus keluarga majikan 12-18 jam sehari, tanpa hari libur. Tidak ada perlindungan hukum khusus bagi kami. Saat ini, rata-rata PRT di Jakarta hanya diupah Rp 400.000. Penyiksaan, termasuk pelecehan seksual, masih sering menimpa PRT,” kata Nur Aimah.

Nur Aimah hadir dalam Pertemuan Pekerja Domestik Se-Asia Kedua, 2 Mei 2008 di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, yang diprakarsai Aliansi Pekerja Domestik Migran Asia dan Organisasi Buruh Internasional (ILO).

Miftah Farid dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mengatakan, posisi buruh Indonesia, termasuk PRT, baik yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri amat lemah karena pemerintah tidak memiliki peraturan berpihak kepada buruh.

”Di tingkat Asia hanya Hongkong yang memiliki peraturan itu dan mengakui PRT sebagai pekerja. Aliansi buruh Se-Asia, yang dipelopori antara lain oleh Direktur Pusat Migran Asia Rex Varona, bertujuan memperjuangkan penerapan standardisasi posisi buruh, termasuk hak dan kewajibannya,” kata Miftah.

Iklan

One response to “Hak Hak PRT Atau Pembantu Rumah Tangga Tidak Dihormati

  1. Permisi numpang baca, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s