Kehidupan Rakyat Kecil Dan Janda Miskin Bertambah Berat Pasca Presiden SBY Menaikan Harga

Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat rakyat kecil kian kelabakan. Sebab, saat ini mereka sudah terlalu berat menanggung biaya hidup, ditambah lagi imbas kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang terus melambung.

Kehidupan serba kekurangan dan memprihatinkan tersebut menimpa Ny. Titin, 43, warga RT 03, RW 06 Kampung Rawa, Jakarta Pusat. Ibu enam orang anak ini mengaku hidupnya makin susah, semenjak harga kebutuhan pokok melambung. Bahkan makan pun jarang dan terpaksa menunggu belas kasihan tetangga.

Sebagai seorang janda yang ditinggal mati suaminya beberapa tahun lalu, membuat hatinya sangat terpukul. Dengan nada sedih ia menceritakan perjalanan hidup keluarganya yang selalu diiringi penderitaan. Ibu paruh baya ini mengaku dua dari 6 anaknya hilang tanpa rimba. “Waktu itu saya lagi repot, kedua anak saya main di luar dan tiba-tiba dibawa pergi oleh orang yang tak dikenal ,”ucapnya, dengan mengeluarkan air mata.

Kesedihannya tak sampai di situ, dua orang anak yang masih dalam asuhannya kini menderita sakit jiwa dan kebutaan. “Anak saya yang satu gak waras dan si bungsu matanya buta dan gak bisa jalan,” ungkapnya, sambil mengatakan saban harinya kerjaannya hanya mengasuh buah hatinya yang tidak bisa mandiri karena cacat dan gila.

“Tulang punggung keluarga saya dari anak ketiga, yang bekerja serabutan dengan penghasilan Rp 20ribu /harinya. Uang tersebut untuk beli kebutuhan, sedangkan bangunan rumah petak, pemasangan listrik dan air merupakan hasil bantuan dari warga setempat,” sambunganya.

BIAYA HIDUP
Hal sama juga dialami Ny Namah, warga RW 07 Kelurahan Marunda Jakarta Utara, yang setiap harinya mengandalkan biaya hidup dari hasil mengelupas kerang hijau. Penghasilannya juga tidak menentu tergantung kondisi badan, karena upah kerja berdasarkan berapa kilogram bisa mengelupas kerang hijau.

“Setiap kilonya dapat upah Rp2.000, padahal kalau kondisi badan sehat paling banya hanya bisa mengelupas kerang hingga 10 Kg saja,” ungkapnya.

Hasil kerja tersebut, kata dia, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja utamanya beli beras. Apabila harga kebutuhan terus naik, otomatis kehidupannya makin berat. ”Sebagai rakyat kecil kami hanya bisa pasrah, habis gimana lagi mau ngeluh pada siapa lagi,” ucap Ny. Namah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s