400 Ribu Anak Miskin Terlantar Setiap Tahun Menjadi Tukang Loper Koran

Hingga tahun 2008, sekurangnya 400.000 anak terlantar di Indonesia menjadi loper koran di jalan untuk mendapat penghasilan tambahan. Panitia Hari Anak Nasional Departemen Sosial Kiki Riyadi dalam jumpa pers Lopers Day 2008 di Jakarta, Kamis (24/7) menjelaskan, jumlah anak terlantar secara keseluruhan mencapai empat juta orang.

“Total jumlah anak terlantar yang menjadi loper belum terdata pasti. Angka 400.000 ribu itu hitungan minimal. Bisa jadi sekitar satu juta orang dari mereka menyambi men jadi loper untuk mendapat penghasilan. Pemerintah juga mengupayakan pelbagai bantuan dan program bagi mereka termasuk acara Lopers Day yang diadakan hari Minggu mendatang di Ancol untuk para loper koran termasuk anak terlantar yang menjadi loper,” kata Kiki.

Disediakan 50.000 undangan gratis bagi para loper untuk menikmati fasilitas di Ancol dan potongan separuh harga di arena hiburan seperti Dunia Fantasi, Gelanggang Samudera dan Atlantis. Departemen Sosial menyediakan dana Rp 150 juta dan menyumbang perco ntohan sepeda loper sebanyak 11 unit.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan hadir dalam acara tersebut. Sebanyak 147 Diplomat dari negara sahabat juga diundang untuk berpartisipasi dalam Lopers Day. Ketua Panitia Lopers Day Sugeng Heri Santoso dari Harian Kompas menjelaskan, para loper rata-rata berpenghasilan sekitar Rp 500.000 per bulan. “Mereka bekerja umumnya pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB hingga maksimum pukul 09.00 WIB,” kata Sugeng.

Para bocah yang menjadi loper hidup dalam kondisi sangat marjinal dan rentan terhadap represi aparat pemerintahan. Ketua Yayasan Loper Indonesia (YLI) Laris Naibaho menjelaskan, dirinya sudah meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak lagi merazia para loper yang dianggap sebagai masalah sosial seperti gelandangan dan pengemis.

“Mereka adalah ujung tombak penyampaian informasi media cetak kepada masyarakat. Insan media dan pemerintah seharusnya memperhatikan para loper termasuk bocah yang bekerja sebagai loper koran. Banyak dari mereka hingga kini diburu dan dimasukan panti sosial Kedoya,” kata Naibaho.

YLI ujar Naibaho berupaya merangkul pengusaha koran, agen dan pihak terkait untuk menyediakan tunjangan dan peningkatan kesejahteraan loper. Dia sudah mengusulkan diadakan jaminan pengobatan, asuransi dan penyediaan 10.000 unit sepeda bagi loper koran.

Iklan

3 responses to “400 Ribu Anak Miskin Terlantar Setiap Tahun Menjadi Tukang Loper Koran

  1. yupzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz….
    kita tuh buth bgt pemimpin yang perduli rakyatnya

  2. jadiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ………….. intinya para pemimpin tuh jgn mau enk sndiri klu gt mnding ga ush jd pemimpin aje ???????????????????? iy kn bner kn bner dund.

  3. uuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh . syapa sh yg g cpe hdup mskin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s