Nenek Erfiene Meninggal Dunia Di Kolong Ranjang

Louise Komala (81) tidak tahu kakaknya, Erfiene Komala (84), sudah meninggal di kolong tempat tidur. Diperkirakan ia sudah 10 hari meninggal. Louise hampir saja ”turut meninggal” jika tidak segera ketahuan, hari Jumat (8/8) kira-kira pukul 09.30. Louise sudah berhari-hari tidak makan.

Jangankan makan, minum pun tidak. Akibatnya, ia kelaparan dan kehausan. Begitu diketahui, Louise segera dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus, sedangkan kakaknya langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk diotopsi.

Menurut petugas Gereja Santo Ignatius, Jalan Malang, Jakarta Pusat, Lasimin (51), Louise mengatakan, beberapa pekan sebelum meninggal kakaknya punya kebiasaan tidur di kolong tempat tidur.

Satu hari, Louise membangunkan kakaknya. Karena tidak bereaksi, Louise jadi takut keluar. Pintu depan ia kunci. Louise memilih tidur kembali, tidak makan dan minum. ”Ia mengaku tidak bisa bangun dan rambatan di tembok untuk membuka pintu seperti biasanya. Sebab, ia lemah dan gemetar. Waktu di RS Saint (St) Carolus baru ketahuan, dia kekurangan banyak nutrisi karena tidak makan dan minum,” tutur Lasimin, Jumat (8/8) malam.

Kurang bergaul

Erfiene-Louise tinggal di Jalan Latuharhary Nomor 6A, Menteng, Jakpus. Untuk belanja, setiap hari Selasa keduanya minta diantar sopir bajaj, Sukirno, ke Supermarket Hero di Gondangdia. Mereka membeli persediaan makanan dan minuman. Untuk makan harian, setiap hari pukul 08.30, Sukirno datang ke rumah mereka membelikan makanan. Keduanya selama ini melajang.

Menurut Ketua RW 04 Kelurahan Menteng, Nyonya Eko Syamsudin, kedua nenek sudah jarang bergaul. Hidupnya cuma dari rumah ke gereja.

Eko mengatakan, mereka sudah lebih dari 20 tahun tinggal di rumah itu. Sebelumnya mereka tinggal di Jalan Tanjung, Menteng. ”Pasti dari keluarga kaya karena tinggal di kawasan ini,” tuturnya.

Kematian Erfiene terungkap setelah Sunarso, koster Gereja Kristen Indonesia (GKI), Menteng, mencium bau busuk di rumah kedua nenek yang letaknya bersebelahan dengan gedung GKI. Sunarso pun melapor ke pengurus Gereja St Ignatius, Eko, dan Polsek Metro Menteng.

Polisi dan sejumlah orang menjebol pintu depan dengan linggis. Jenazah Erfiene di kolong tempat tidur. Louise terbaring lemah di ranjang. Ia dibawa ke Pastoran Gereja St Ignatius. Dari sana ia dibawa ke RS St Carolus.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Menteng Inspektur Satu Warjono yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Erfiene. ”Tunggu hasil otopsi Sabtu (9/8),” paparnya. Lasimin menambahkan, dari rumah keduanya ditemukan uang Rp 3,9 juta dan kertas deposito sebuah bank senilai 28.000 dollar AS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s