Pasien Keluarga Miskin GAKIN Makin Dipersulit Untuk Berobat dan Memperoleh Akses Kesehatan

Warga miskin di Jakarta dan sekitarnya yang mengidap penyakit kronis mengaku dipersulit mendapatkan pelayanan pengobatan gratis, terutama permintaan untuk dirawat inap. Selasa (12/8), pasien miskin dan keluarga mereka kembali mengadu ke Menteri Kesehatan dan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

”Tumor yang diderita ayah saya tampak menonjol di pipi dan rahangnya. Ayah sering kesakitan dan (penyakitnya) bertambah parah karena harus bolak-balik dari rumah atau tempat penampungan ke rumah sakit. Kondisinya pernah kritis, tetapi RSCM tetap menggolongkannya sebagai pasien rawat jalan,” kata Salman Alfarisi (18), Selasa.

Ayah Salman Alfarisi, Shahidin (53), akhirnya meninggal, Jumat (8/8). Warga Kampung Ali Ulu RT 03 RW 01, Desa Tanjung Sari, Cikarang Barat, Bekasi, ini sudah sejak lama menderita tumor mandibula dan dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusimo (RSCM) Jakarta, 16 Mei 2008.

Salman Alfarisi didampingi Ketua Pendiri Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan Iskandar Sitorus mengatakan, Shahidin sempat dirawat inap di RSCM, tetapi kemudian dinyatakan bisa menjalani rawat jalan. Padahal, kata Iskandar, kondisi Shahidin tidak memungkinkan dirawat jalan.

Shahidin termasuk dalam sekitar 26 pasien rawat jalan yang diminta meninggalkan penampungan tidak resmi di ruang Irna B RSCM, Rabu (16/7). Ia juga pernah ditampung di Gedung YLBHI di Salemba. Sebelum meninggal, Shahidin diterima rawat inap di RS Yadika, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

”Ayah adalah korban program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) yang tidak tepat. Seharusnya pemerintah memperhitungkan perawatan yang memadai bagi pasien miskin, termasuk akomodasi selama rawat jalan,” Salman.

Mewakili Salman dan pasien telantar, Ketua Divisi Obat dan Makanan LBH Kesehatan R Aulia Taswin menyerahkan surat permohonan perhatian terkait realisasi program jamkesmas kepada Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan Aminullah. Surat itu akan diteruskan ke Menteri Kesehatan.

Rombongan pasien dan keluarga serta LBH Kesehatan kemudian melaporkan Direktur Umum RSCM ke Polda Metro Jaya.

Tetap dilayani

Direktur RSCM Akmal Taher mengaku bingung karena dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya. ”Yang dimaksud tidak bertanggung jawab itu apa. Sampai sekarang, semua pasien rawat jalan tetap dilayani pengobatan medisnya. Kami punya bukti-buktinya,” kata Akmal Taher.

Menurut Akmal Taher, RSCM memperlakukan pasien gakin sama seperti pasien umum. Jika memang statusnya rawat jalan, secara periodik pasien memiliki jadwal kunjungan pemeriksaan atau pengobatan tetap.

Akmal juga menjelaskan, Shahidin dirawat jalan di RSCM sejak 20 Mei hingga 26 Juni. Biopsi, CT-scan, dan pengobatan lain telah dilakukan. Namun, yang bersangkutan tiba-tiba tidak datang lagi ke RSCM sejak pemeriksaan terakhir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s