Puluhan Ribu Balita Mengalami Gizi Buruk Di Sulawesi Selatan

Diperkirakan 72.000 anak di bawah lima tahun atau balita dari 800.000 anak balita di Sulawesi Selatan mengalami gizi buruk. Selain itu, ada 272.000 anak kurang gizi. Namun, pada Januari-Oktober 2008, petugas kesehatan hanya menemukan 94 kasus gizi buruk, tujuh anak di antaranya meninggal dunia.

Data tersebut diungkapkan Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan Astati Made Amin di Makassar, Senin (3/11).

”Perkiraan itu didasarkan hasil Survei Gizi Mikro tahun 2006 yang diperbarui dengan Program Pemantauan Status Gizi 2007. Adapun Program Pemantauan Status Gizi 2008 belum dilakukan,” kata Astati.

Menurut dia, 72.000 anak balita gizi buruk itu tersebar di 23 kabupaten/kota di Sulsel. ”Jumlah anak balita gizi buruk cukup tinggi, tetapi jumlah kasus yang ditemukan sedikit, 94 kasus. Sepanjang 2008, Sulsel beberapa kali menetapkan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk tiap kali ada anak balita gizi buruk meninggal,” katanya.

Terkait kematian Dea Adelia (2) pada Sabtu lalu, pihak Dinkes Sulsel belum menetapkan KLB gizi buruk. Warga Makassar itu demam selama satu bulan dan mengeluarkan cacing dari mulutnya.

Ibu Dea, Nur Fadilah (20), mengaku tidak membawa anaknya ke rumah sakit karena tidak punya uang. Dea baru dibawa ke RS Labuang Baji, Makassar, pada 29 Oktober, tetapi nyawanya tidak tertolong.

”Kami belum mendapat laporan bahwa anak balita itu meninggal karena gizi buruk. Dia didiagnosa meninggal karena sesak napas,” kata Astati.

Adapun jumlah anak balita kurang gizi mencapai 34 persen dari jumlah anak balita di Sulsel. ”Untuk mengatasinya, sejak 2007 kami menyebarkan 180 tenaga pendamping gizi di 180 desa di Sulsel. Program berakhir pada April 2008. Kini kami sedang mengajukan program pemberian makanan tambahan bagi 110 anak balita penderita gizi buruk dengan total anggaran Rp 113 juta,” katanya.

Jaminan kesehatan

Kepala Dinkes Sulsel Muh Saad Bustan menyatakan, kasus Dea seharusnya tidak terjadi karena pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulsel menggratiskan biaya perawatan di rumah sakit pemerintah.

”Ada 2.429.708 penduduk miskin yang terdata di Sulsel telah mendapat kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat sehingga bisa berobat gratis,” kata Saad.

Ia menambahkan, Pemprov Sulsel juga mempunyai Program Jaminan Kesehatan Daerah. Semua pemegang kartu tanda penduduk (KTP) Sulsel, baik yang mampu maupun yang miskin, bisa berobat gratis di 32 rumah sakit pemerintah milik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota di seluruh Sulsel. Untuk tahun 2008, Pemprov Sulsel menganggarkan dana Jaminan Kesehatan Daerah lebih dari Rp 81 miliar.

”Penduduk yang tidak memiliki KTP tetapi memegang surat keterangan tidak mampu dari lurah juga bisa berobat gratis. Masalahnya, masyarakat malas mengurus KTP atau surat keterangan. Kami memang harus meningkatkan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat menggunakan hak mereka,” kata Saad

Iklan

2 responses to “Puluhan Ribu Balita Mengalami Gizi Buruk Di Sulawesi Selatan

  1. pemerintah harus lebi aktif dalam mengatasi gizi buruk.

  2. kapan TGP di laksanakan lagi…..???
    saya adalah salah satu di antara mereka itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s