Balita Gizi Buruk Di Bogor Alami Gangguan Paru Paru

Seorang balita berusia 25 bulan menderita marasmus (gizi buruk). Balita itu bernama Annisa warga Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Bogor.

“Kami menerima rujukan dari Puskesmas Citeko untuk menangani bayi tersebut,” ujat dr. Bona Simalungkalit, yang menangani klinik di Puslitbang Gizi Bogor.

Dikatakan, bayi seberat 6,3 kg ini, juga mengalami gangguan paru-paru dan polidactily (jari tangan lebih dari lima ). Bayi ini menunjukan gejala-gejala marasmus seperti kurus, cengeng, rambut tipis, pantat dan ketiak kendur, keriput dan apatis.

Kendati dari pengakuan ibu Anisa, Yusi, anaknya tidak sulit makan, tapi kata dr. Bona pertumbuhannya tidak seimbang antara tinggi dan berat badan karena pola makan yang kurang.

Pengakuan ibu Anisa, Yusi, anaknya mengalami berat badan lahir rendah. “Tapi anak saya nggak susah makan,“ ungkapnya. Ibu dua anak ini menuturkan jika dirinya baru pertama kali ke Puslitbang Gizi. Itupun dibawa petugas puskesmas di tempat tinggalnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s