Krisis Ekonomi Membuat Makin Banyak Rakyat Menjadi Miskin … Ayo Kerja Lebih Keras

Imbas krisis ekonomi global semakin nampak nyata pengaruhnya pada perekonomian Indonesia. Dalam hitungan bulan, satu persatu perusahaan bakal bertumbangan.

Ratusan ribu pekerja terancam PHK. Mereka bakal kehilangan sumber pendapatan. Daftar pengangguran makin panjang. Tak hanya itu, pelacuran bakal tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Tindak kejahatan pun mengintai.

Sosiolog Universitas Indonesia Imam B Prasodjo dalam kasus-kasus PHK, orang harus mengambil alternatif untuk mengamankan hidupnya, mengamankan ekonomi keluarga. Jika mereka berasal dari kelas menengah (midle), akan memilih strategi alternatif income sebagai sumber keuangan keluarga. Misalnya menjadi pedagang Kaki-5, buka warung dan menjadi sales.

Berbeda dengan keluarga kelas bawah. PHK dikhawatirkan bakal memunculkan kasus kejahatan. Semakin banyak masyarakat bawah terkena PHK, tingkat kerawanan kejahatan semakin meningkat tajam. Mereka yang tergolong masyarakat paling bawah di antaranya tukang cuci, tukang kebun, satpam dan pekerja kasar. “Memilih kejahatan karena mereka tidak memiliki alternatif apa pun sebagai sumber pendapatan. Mau usaha modal tidak ada. Inilah jalan yang paling gampang,” ujar Sosiolog Universitas Nasional Sigit Pranawa. Jika terjadi PHK besar-besaran, angka kejahatan meningkat tajam. Kota-kota besar akan diserbu sektor informal.

Kriminolog UI Erlangga Masdiana, mengatakan kalau pemerintah tidak siap, kemiskinan akibat kesulitan ekonomi akan menimbulkan kriminalitas dimana-mana. Karena itu pemerintah dianjurkan menjaga kestabilan pengamanan, terutama pada beberapa sektor industrial yang ada seperti sektor pariwisata, agro bisnis dan ekonomi informasi.

TAK BISA DIELAKKAN
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofyan Wanandi mengaku masalah PHK tak bisa dielakkan. Kondisi ini terjadi, menyusul krisis ekonomi global yang menyebabkan anjloknya permintaan ekspor yang kini mulai dirasakan para pengusaha di tanah air.

Begitu pula pasar di dalam negeri juga menciut, karena tidak ada daya beli. Sehingga produksi turun jauh. “Akibatnya, para pengusaha terpaksa merumahkan pekerjanya,” katanya.

Ia memperkirakan jumlah pekerja yang bakal terkena PHK tahun depan jauh lebih besar dibanding yang disampaikan Menakertrans Erman Suparno.

CABUT SKB
Di tengah ancaman PHK di sejumlah perusahaan, serikat pekerja/buruh justru melayangkan somasi kepada menteri yang terkait pada SKB. Padahal keberadaan Surat Keputusan Bersama Empat (SKB 4) Menteri merupakan jaring pengaman untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat krisis global.

Kalangan serikat pekerja/buruh meyakini SKB itu lebih menguntungkan pengusaha daripada pekerja, karena juga menyebutkan kenaikan UMP diserahkan pada kehendak pasar sehingga posisi tawar buruh menjadi lemah. “Yang banyak dipermasalahkan kalangan pekerja/buruh adalah isi Pasal 3 dari SKB tersebut yang bunyinya kenaikan UMP harus disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi. Ini yang memicu kalangan pekerja melakukan aksi demo,” kata Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sjukur Sarto, kepada Pos Kota, Jumat.

Sementara itu Ketua KSPSI Jacob Nuwa Wea mengatakan jika mengacu pada Tap MPR Nomor III/2000 jo UU No 10/2004 tentang Tata Urutan Peraturan Perundangan yang berlaku dalam sistem hukum di Indonesia, SKB itu batal demi hukum karena di luar ketentuan hukum di Indonesia.

1.597 KARYAWAN DIRUMAHKAN
Sekitar 1.597 buruh pada 4 perusahaan tekstil di Kawasan Serang Timur, Banten, dirumahkan. Empat perusahaan tekstil yang merumahkan karyawannya yaitu PT. Panca Plaza Indo Tekstil (PPIT), PT. Grand Pintalan (GP), PT. Sugih Brother (SB) dan PT. Pancawira Brother (PB).

Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Serang, Mapar Suparyadi, mengatakan PT. PPIT merumahkan sebanyak 386 karyawan, PT. GP sebanyak 417, PT. SG 429 dan PT. PB sebanyak 365 buruh. Menurut Mapar alasan perusahaan merumahkan karena pengusaha mengalami kerugian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s