10.000 Anak Melacur Di Jakarta

Kemiskinan membuat masyarakat harus hidup membanting tulang. Bahkan anak-anak rela mencari duit untuk membantu orangtua termasuk menjadi pelacur sekali. Di Jakarta saja jumlah pelacur anak mencapai sekitar 10.000 orang.

Data ini diungkapkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dalam evaluasi tahun 2008. “Kejadian ini sangat memprihatinkan. Apalagi berdasarkan data dari Departemen Sosial, sekurangnya 150 ribu anak Indonesia menjadi korban pelacuran anak dan pornografi tiap tahun,” jelas Ketua Umum Komnas PA, Dr.Seto Mulyadi, Senin (22/12).

Menurut Seto Mulyadi, jaringan pelacuran wanita di bawah usia 17 tahun juga menimpa kalangan siswi sekolah. Kondisi ini terjadi merata di kota-kota besar seperti Batam, Bali, Jakarta, Surabaya, Medan, Jogyakarta, Semarang dan Solo. “Anak-anak itu kerap diselundupkan ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Jepang.”

Untuk itu, Komnas PA mendesak pemerintah membentuk Kementerian Khusus Anak mengingat begitu dahsyat dan kompleknya persoalan pelanggaran hak anak yang terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun. Selain itu, pemerintah harus melakukan upaya keras dalam penanganan dampak krisis ekonomi global

Iklan

3 responses to “10.000 Anak Melacur Di Jakarta

  1. gile kenapa gak sekalian bugil aja fotonya dimassukin internet

  2. Buikan hanya pelanggaran pribadi tapi juga rasa eksistensi perempuan yang sudah cukup umur ataupundi bawah umur. tapi dalam kenyataannya memang terjadi kurangnya bimbingan orang tu, serta cara pandang darai seorang wanita tersebut dan kurangnya peran tokoh masyarakat khususnya bidang keagaamaan untuk sekarang sudah mulai luntur dan bahkan sudah luntur, anak – anak wanita mengikuti trend pergaulan bebas yang dapat menyebabkan salah satu seks bebas tanpa ada rasa malu dan rasa berdosa. hal inilah yang menuntun ke arah jurang prostitusi dan maraknya seks bebas bagi wanita cukup usia maupun wanita dibawh umur 17. contoh : pemakaian tren celana pendek di atas lutu bagi kaum perempuan dapat menyebabakan nafsu biologis kaum laki-laki/ pacarnya boleh dikatakan selanjutnya menuju gaya berpacaran anak- anak sekarag no seks no good dan pada akhirnya terjadi hubungan seks. menurut saya pokok yang paling utama adalah peran ortang tua dalam mendidik aanknya.

    study yang saya lakuan di malang tahun 2004 yang menyangkut pembahasan terjadinya seks/ pelacuran adalah yang pertama:
    1. rasa tidak virgin lagi dari seorang perempuan setelah di berikan pada sang pacar, namun tiba tiba sang pacar meninggalkanya, yang mengakibatkan tarumatis, dan mendorong wanita melakukan lagi terhadap orang lain apalagi dengan iming-iming uang. dan seterusnnya ahirnya melacur dengan kedok kemiskinaan inilah kejadian 75% jadi ketika seorang tidak virgin lagi dia menganggap sudash kotor jadi sekalian mereka menerjunkan diri. bukan dari wanita kampung saja atau pun gaya perkotaan tapi juga terdapat dilingkungan pendidikan perguruan tinggi atau disebut Chiken Campus

    2. faktor kemiskinan juga sangat berpengaruh

    3. perkembangan dan trend yang diikuti oleh anak anak muda juag berpengaruh

    4. tingkat hubungan orang tua antara bpk/ibu terjadi broken home. huga dapat menyebabkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s