Monthly Archives: September 2009

Ayo Bayar Zakat Dong … Zakat Bisa Tuntaskan Kemiskinan Di Indonesia

Kemiskinan Rakyat Indonesia, bisa dituntaskan hanya cukup dengan 2 kali lebaran umat Islam Indoensia yang berkewajiban mengeluarkan zakat.

”Tidak perlu menunggu satu jabatan presiden, tidak usah menunggu 2 repelita dan tidak perlu mengangkat Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, ” kata DR.H.Ahmad Lutfi Fathullah MA, ketika menyampaikan khutbah Idul Fitri di Halaman Kantor Walikota Jakarta Barat, Minggu pagi.

Kemiskinan Rakyat indonesia menurut versi Badan Pusat Statistik (BPS) 32 juta jiwa atau 130 juta jiwa versi Bank Dunia dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia, sehingga dianggarkan melalui APBN 2008-2009 sebesar p 11 triliun.”Jika saja umat Islam di Indonesia banyak yang merasa diri kaya dan jumlahnya sebanyak 100 juta orang rata-rata mengeluarklan zakat malnya Rp 1 juta setiap orang akan terkumpul Rp 100 triliun. Masalahnya banyak sekali orang indonesia yang merasa diri miskin hingga tidak mau mengeluarkan zakat.

“jika dalam waktu 3 tahun, tidak hanya mengentaskan kemiskinan, tapi juga bisa memakmurkan bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim.”jelasnya. Dan jika kemakmuran tercapai, maka angka kriminal akan menurun, kita tidak lagi takut dicopet, ditodong atau dirampok. Selain Allah berjanji akan mengganti dana yang telah dikeluarkan hakan menambahnya disamping memperoleh pahala yang besar. Karena Allah sudah menjanjikan tidak akan berkurang harta seseorang karena sedekah.

Meskipun disinari panas matahari pagi, jamaah tetap tidak beranjak dari halaman depan Kantor Walikota dan merupakan kali pertama digunakan untuk Salat Idul Fitri ini. Bertindak sebagai imam salat, ustad Arwani Sag.

Walikota Jakarta Barat, HM.Djoko Ramadhan, berharap kepada pejabat dan karyawan dijajarannya untuik memberikan pelayanan yang ikhlas kepada masyarakat karena merupakan kewajiban sebagai aparat yang sudah dijamin pemerintah. Pada sholat ini tidak hanaya diikuti seluruh pejabat muslim, tapi juga PKK, organisasi wanita dan ormasos beragama Islam.

Menko Kesra Aburizal Bakrie (Ical) mendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang mengharamkan orang mengemis karena akan membuat hina, selain juga merugikan.

“Agama Islam tegas melarang mengemis. Kegiatan mengemis termasuk kategori bermalas-malasan, “ kata Ical usai memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Bakrie, Jakarta.

Ia mengatakan pemerintah telah berusaha mengurangi pengemis dengan memberikan pelatihan. Dari pelatihan itu 70 persen berhasil. Tapi sayangnya, 30 persen kembali lagi jadi pengemis.

Ical juga mengakui masalah pengemis adalah persoalan kemiskinan yang menjadi problem genting bagi Indonesia. Pemerintah telah berusaha keras mengurangi kemiskinan tersebut setiap tahunnya.