Category Archives: kekayaan

Jurang Antara Si Miskin dan Si Kaya Semakin Lebar … Mari Berbagi

Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim ditutup dengan hasil yang menampakkan melebarnya jurang antara negara kaya dan negara miskin. Oleh karena itu, akan diupayakan ada perundingan pendahuluan pada September 2009.

Perundingan pendahuluan September 2009 pada Sidang Umum PBB tersebut bertujuan mempermulus jalannya kesepakatan akan pakta baru pasca-Protokol Kyoto yang direncanakan ditandatangani pada Konferensi Para Pihak (COP)-15 Kerangka Kerja Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) pada Desember 2009 di Kopenhagen, Denmark.

Konferensi di Poznan, Polandia, yang dimulai dengan COP-14 sejak 1 Desember 2008, berakhir setelah para menteri bernegosiasi hingga Sabtu (13/12) dini hari. Hasilnya, muncul jurang lebar kepercayaan antara negara kaya dan negara miskin terkait dengan komitmen akan dana (adaptasi) dan target pengurangan emisi.

”Poznan mencapai hasil seperti yang diharapkan, tetapi ada catatan yang kurang menggembirakan,” ujar Sekretaris Eksekutif UNFCCC Yvo de Boer, Sabtu.

Sebelumnya, Brasil dan India menuding negara-negara maju tidak menunjukkan kemurahan hati untuk membantu negara-negara berkembang. Dari dana adaptasi yang diharapkan sekitar 1 miliar dollar AS, negara-negara maju baru memberikan komitmen sebesar 172 juta dollar AS.

”Kondisi ini mengkhawatirkan. Orang mulai mengambil posisi untuk bersikap keras,” ujar De Boer saat penutupan.

Pertemuan September

Setelah negosiasi yang berjalan tidak seperti yang diharapkan itu, De Boer mengungkapkan dukungannya pada usulan Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk mengadakan pertemuan tentang perubahan iklim pada September 2009 guna melancarkan perwujudan pakta baru pasca-Protokol Kyoto yang akan berakhir 2012.

Pada 11 Desember 2008 Ban mengatakan, ”Saya mempertimbangkan akan mengadakan pertemuan puncak dengan fokus perubahan iklim saat Majelis Umum PBB, September 2009.”

”Berdasarkan pengalaman, terutama saat terjadi negosiasi multilateral yang amat sensitif dan kompleks, pelibatan para pemimpin dunia dan pemerintahan sangat diperlukan dan amat penting,” ujar Ban. Pertemuan puncak serupa dilakukan pada September 2007—menjelang COP-13 UNFCCC di Bali.

Rencananya, pertemuan September 2009 akan melibatkan presiden AS yang baru, Barack Obama. Banyak pihak mengharapkan Obama menjadi pemimpin baru pada perundingan perubahan iklim yang semakin sulit mencapai kesepakatan itu.

”Kami prihatin dengan melebarnya jurang kepercayaan antara negara maju dan berkembang,” ujar Menteri Lingkungan Afrika Selatan Marthinus van Schalkwyk. ”Beberapa negara maju masih bermain petak umpet soal iklim ini,” lanjutnya.

Negara-negara Uni Eropa masih bertahan dengan angka pengurangan emisi 20 persen hingga 2020 walaupun, menurut para ahli, dibutuhkan pengurangan 25-40 persen untuk dapat menahan laju pemanasan global yang kini terjadi

Iklan

Rahasia Orang Kaya Makin Kaya

Ujaran lama memang benar : Orang kaya semakin kaya.

Bahkan ketika pasar finansial dunia mengalami gonjang-ganjing tahun lalu, kekayaan personal di seluruh dunia meningkat sebesar 5 persen menjadi 109,5 triliun dolar, demikian menurut laporan kekayaan global yang dirilis Boston Consulting Group (BCG), seperti dikutip Reuters.

Kenaikan ini merupakan yang keenam kalinya secara berturut-turut. Pertumbuhan tercepat terjadi di kalangan rumah tangga negara-negara berkembang, seperti China dan negara-negara Teluk serta di kalangan keluarga yang memang sudah kaya.

Kekayaan itu juga kian terkonsentrasi di kalangan orang-orang terkaya.

Sebanyak 1 persen dari seluruh rumah tangga memiliki 35 persen dari total kekayaan dunia tahun lalu. Sementara itu, sebanyak 0,001 persen orang super kaya dengan pemilikan aset sedikitnya mencapai 5 juta dolar, menguasai kekayaan senilai 21 triliun dolar atau seperlima kekayaan global.

Planet Bumi juga terus mencetak dengan cepat jutawan-jutawan baru. Lompatan terbesar pada 2007 berasal dari negara-negara berkembang di Asia dan Amerika Latin.

Secara keseluruhan, jumlah rumah tangga jutawan meningkat 11 persen menjadi 10,7 juta rumah tangga tahun lalu.

Penyesuaian

BCG mencatat bahwa, sementara orang kaya tetap kaya, mereka telah melakukan penyesesuian sebagai akibat adanya krisis finansial.

Tahun ini, aset-aset tersebut diubah ke berbagai investasi yang lebih konservatif, semakin banyak uang disimpan di pasar-pasar dalam negeri dan sejumlah individual telah membatasi investasi baru.

Namun demikian, BCG memperingatkan bahwa prediksi bagi pasar kekayaan dan bank yang melayani mereka, akan suram akibat krisis finansial sekarang ini.

BCG, yang memberikan nasehat kepada bank dan para menejer kekakayaan, meramalkan kekayaan personal akan tetap tumbuh, namun dalam kecepatan yang lebih lambat.

Pada tahun ini, dengan bursa Wall Street mengalami salah satu kemuduran terburuk dalam beberapa dekade, pertumbuhan nilai aset diperkirakan hanya akan meningkat kurang dari 1 persen

Selamat Menempuh Hidup Baru Adinda Bakrie Ucap Korban Lumpur Lapindo Untuk Menyambut Pesta Pernikahan Keponakan Abu Rizal Bakrie Yang Super Mewah Dengan Menghadirkan Penyanyi Sting

Bila tidak ada aral melintang, Adinda Bakrie, keponakan orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes, Aburizal Bakrie, akan melangsungkan pernikahan dengan Seng-Hoo Ong di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (25/7).

Sejumlah media memberitakan rencana pernikahan yang dikabarkan menelan biaya hingga miliaran rupiah tersebut. Kabar yang dilansir Warta Kota adalah biaya pernikahan yang mencapai Rp 10 miliar. Untuk belanja bunga saja menghabiskan biaya Rp 1 miliar, bahkan mahkota yang dikenakan Adinda berharga Rp 3 miliar. Tentu saja hal ini dibantah. Juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa, menyatakan bahwa kabar soal pesta mewah itu hanya untuk menjelek-jelekkan keluarga Bakrie saja.

Sementara itu, sepupu Adinda, Anindya Novyan Bakrie, memilih no comment ketika ditanya Kompas.com. “Saya no comment deh,” tutur Anindya.

Menurutnya, apa pun yang ia katakan mengenai seputar pernikahan Adinda akan menjadi polemik.  “Yang jelas, pernikahan adalah hal yang sakral dan merupakan hal pribadi dan internal bagi setiap keluarga,” tutur anak pertama Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie ini.

Ucapan selamat kepada Adinda pun berdatangan, di antaranya dari warga Desa Porong. “Semoga kedua mempelai berbahagia,” kata Ketua Tim 16 Lumpur Lapindo Sulassono ketika dihubungi, Jumat (25/7).

Dia menganggap wajar jika keluarga Bakrie mengadakan acara pernikahan besar-besaran. Namun, dia tetap berharap keluarga Bakrie tetap memerhatikan korban Lapindo. “Sebagai orang terkaya Indonesia, sebaiknya keluarga Bakrie tetap bisa bersikap seimbang supaya citranya tidak buruk di mata korban Lapindo,” katanya.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Ketua Korban Lumpur Lapindo Jatirejo Askur. Menurut Askur, keluarga Bakrie harus tetap memberikan perhatian kepada korban lumpur. “Korban di Jatirejo sedang ambradul karena bulan Agustus ini rumah kontrakan yang kami tinggali akan segera habis masa kontraknya,” katanya.

PENGAMANAN EKSTRA KETAT PERNIKAHAN ADINDA BAKRIE
Resepsi pernikahan Seng Hoo Ong dan Adinda Bakrie, keponakan Aburizal Bakrie, di Hotel Mulia, Jumat (25/7) malam, berlangsung mewah dan meriah.

Sejumlah pejabat termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla , kolega dan artis tampak hadir dalam acara tersebut. Ratusan karangan bunga a.l. dari mantan Presiden Megawati, Menteri Perhubungan Djusman Syafii Djamal dan pejabat lainnya tampak menghiasi pintu masuk Ball Room, Hotel Mulia.

Kemewahan nampak terlihat dari kerlap-kerlip hiasan lampu yang sengaja didesain khusus bak resepsi kerajaan Inggris, mobil pengantin Mercy hitam mewah lengkap dengan hiasan bunga terparkir di pintu masuk Ball Room Hotel Mulia.

Ribuan bunga menghampar dari pintu masuk hingga ke pelaminan serta alunan musik yang mencirikan pesta kalangan ala barat.

Dikabarkan pesta keluarga mantan pemilik PT Lapindo Brantas tersebut menelan biaya hingga miliaran rupiah. Padahal menurut pengakuan warga korban Lumpur Lapindo di Sidoarjo,, kerugian materil hingga kini belum terbayar lunas.

PENGAMATAN KETAT
Sebagian besar ratusan tamu undangan tersebut masuk dari pintu samping kanan, dibandingkan pintu masuk utama tempat resepsi itu digelar. Pengamanan begitu ketat sekitar hotel, termasuk ruang parkir. Sejumlah wartawan media cetak maupun elektronik juga dilarang masuk lantaran keluarga Bakrie yang terkaya di Indonesia itu khawatir kehidupan pribadinya terekspos publik.

Selain itu juga resepsi pernikahan yang begitu megah dan super ketat itu dihadiri para selebritis papan atas seperti, Farhan dan Ivy Batistuta.” Maaf saya sedang sibuk membantu kedua mempelai,” ucap Farhan ketika hendak diwawancarai oleh Pos Kota.

PENJABAT HADIRI PERNIKAHAN ADINDA BAKRIE
Pernikahan Adinda Bakrie-Seng Hoo Ong di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (25/7) malam, dihadiri para pejabat pemerintahan. Mulai dari Wakil Presiden Jusuf Kallah hingga sejumlah menteri. Para pengusaha turut menghadiri resepsi pernikahan keponakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie ini.

Pernikahan ini menyita banyak perhatian mengingat Adinda adalah putri bungsu Indra Bakrie, pemegang saham PT Lapindo Brantas. Yakni perusahaan yang terkenal dengan kasus semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Apalagi, beredar kabar pesta pernikahan ini menghabiskan biaya hingga puluhan miliaran rupiah. Namun, hal itu dibantah Lalu mara Satria Wangsa, juru bicara keluarga Bakrie.

Resepsi pernikahan berlangsung dengan menggunakan adat lampung, sesuai dengan daerah asal sang kakek. Adidnda mengenakan kebaya rancangan Eddy Betty, perancang Ibu Kota.

Adinda adalah lulusan Babson College Amerika Serikat. Sementara Seng Hoo Ong adalah teman kuliahnya yang kini mulai terjun sebagai pengusaha. Akad nikah pasangan ini telah berlangsung 23 Juli silam dan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara pesta bagi rekan-rekan dekat mempelai dikabarkan akan digelar di villa keluarga di Bali beberapa hari mendatang

PERNIKAHAN TERMAHAL DAN TERHEBOH DI INDONESIA
Boleh jadi ini merupakan pernikahan termahal di Indonesia. Hari ini,keponakan Menko Kesra Aburizal Bakrie, Adinda Bakrie, menikah dengan Seng-Hoo Ong, seorang warga negara Singapura.

Konon, katanya, biaya pernikahan ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Tapi, kebenaran biaya itu serta merta dibantah keras oleh pihak keluarga Bakrie.

Adinda Bakrie adalah anak Indra Bakrie, adik Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie. Indra merupakan salah seorang pemegang saham di PT Lapindo Brantas yang salah satu sumurnya di Porong, Sidoarjo, memuntahkan lumpur yang belum juga berhenti.

Pernikahan yang digelar di Hotel Mulia ini disebut-sebut menggunakan jasa florist dan event designer terkenal dunia, Preston Bailey. Miliarder dunia, Donald Trump, pernah memakai jasa Bailey saat menyelenggarakan sebuah pesta. Pengisi acaranya musisi kelas dunia, Sting dan grup vokal Il Divo.

Tak tanggung-tanggung, kabarnya biaya pernikahannya menelan sekitar Rp 10 miliar. Ini termasuk belanja bunga saja sebesar Rp 1 miliar. Bahkan mahkota yang nanti dikenakan Adinda berharga Rp 3 miliar yang merupakan hadiah dari ayahnya.

Komentar miring atas kemewahan ini datang dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang membandingkannya dengan penderitaan masyarakat di Porong. Walhi melancarkan protes di depan Kantor Menkokesra, Rabu, 23/7.

Biaya Pernikahan yang Selangit ?

Kabar yang mengatakan, kalau pernikahan Adinda menelan biaya puluhan milyar rupiah itu dibantah oleh juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa.

” Benar, pernikahan itu akan diselenggarakan tanggal 25 Juli 2008. Tetapi tidak benar kalau biayanya sampai puluhan miliar rupiah. Nggak benar itu,” ucapnya.

Menurut Lalu, akad nikah dilakukan di rumah Indra di Kuningan, Jakarta Selatan, sementara resepsinya di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat.

“Pernikahannya biasa saja kok. Tidak ada yang berlebihan. Lazimnya orang yang merayakan resepsi pernikahan. Kan, semua kalangan juga menggelar resepsi nikah di Hotel Mulia,” ujar Lalu.

Lalu juga membantah kabar bahwa keluarga Bakrie mendatangkan musisi kelas dunia dan menggunakan event designer kenamaan.

“Ah, itu kerjaan orang yang ingin menjelek-jelekkan keluarga Bakrie saja. Menikah itu kan kewajiban agama. Siapa sih orangtua yang tidak bahagia jika anaknya menikah. Ini kan wajar saja kalau menikahkan lalu mengundang kerabat dan sahabat,” katanya.

Adinda Bakrie sendiri saat ditanya tentang kontroversi biaya pernikahannya mengaku sangat sedih sekali.

“Pernikahan saya digosipkan macam-macam. Padahal tidak demikian,” ujarnya saat ditemui dalam sebuah peragaan busana di Blok M.

Perempuan cantik ini pun mengaku harus bersabar menghadapi tudingan bahwa biaya pernikahannya setinggi langit. Lulusan Babson College, Massachusetts, Amerika Serikat, ini menyebutkan acara pernikahannya punya tujuan sosial.

“Justru 20 persen dari biaya pernikahan bakal disumbangkan bagi yang kurang mampu,” katanya.

Adinda Bakrie
Adinda Bakrie
Di situs resmi Sampoerna Foundation, yayasan yang membantu pembiayaan pendidikan, Adinda Bakrie tercantum sebagai penyumbang. Karena itu ia concern terhadap dunia pendidikan.

Adinda menyebutkan 2.500-3.000 undangan diperuntukkan kerabat, kawan, dan kolega keluarga besarnya. Sedangkan acara bersama teman dekatnya berlangsung di Bali, dua pekan setelah resepsi.

“Jumlahnya tidak banyak, hanya 250 orang, terdiri atas teman sekolah dan kuliah, biar sekalian kumpul bersama,” ucapnya.

Untuk menyenangkan orangtua dan mertuanya, Adinda berencana mengenakan busana rancangan Eddy Betty, yang mencerminkan gaya Lampung (mewakili ayah), Sunda (ibunya), serta Tiongkok (pihak suami).

Untuk pesta di Bali, Adinda mengenakan gaun internasional karya perancang asing. Menjelang pernikahan, teman karib artis Dian Sastrowardoyo ini rajin berdoa.

“Setiap shalat saya berdoa meminta semua berjalan lancar. Mohon doa restunya ya,” ucapnya.

Who Is Adinda Bakrie ?

Siapa sebenarnya Adinda Bakrie ?

Adinda Bakrie adalah putri bungsu Indra Bakrie dan Dotty Suraida. Adinda memiliki saudara, yakni Eda Bakrie dan Intania Bakrie. Orangtua Adinda berpisah. Kini, Indra Bakrie beristrikan Gaby Bakrie (dulu sebelum menikah memakai nama Gaby Djorghi). Sementara ibu kandungnya, Dotty Suraida, menikah lagi dengan Arwin Rasyid.

Arwin adalah bankir senior yang telah malang melintang di dunia perbankan di mana sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Danamon serta Dirut Telkom. Saat ini Arwin ditunjuk untuk memimpin bank hasil merger PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank Niaga) dan PT Bank Lippo Tbk.

Adinda sendiri kini termasuk dalam sosialita (kalangan atas) di negeri ini. Teman-temannya sesama kalangan sosialita, antara lain Manohara Pinot, Janna K Soekasah, Amanda Soekasah, Indah Saugi, Elsa Kurniawan, Vashty Soegomo, Wulan Guritno, DianSastrowardoyo, Renny Sutiyoso, Kiki Utara, Ronald Liem, Rachmat Harsono, Livia Prananto, Fitria Yusuf, Tirza Tabitha, Jessica Nathalie, dan Ermanda Saskia Siregar.

Untuk urusan pendidikan, Adinda cukup cerdas. Ia lulus dengan gelar magna cumlaude dari sekolah bisnis terkemuka, Babson College, Massachusetts, Amerika Serikat.

la hanya ‘terpeleset’ beberapa poin sehingga tidak mendapat gelar summa cumlaude, gelar tertinggi.

Kabarnya, setelah lulus Adinda diterima bekerja di Morgan Stanley, lembaga keuangan bergengsi di Amerika Serikat yang berkedudukan di New York. Namun, ia kemudian memilih untuk kembali pulang ke tanah kelahirannya, Indonesia.

Di sebuah milis di internet, salah seorang peserta milis mengungkapkan bahwa Adinda termasuk orang yang taat beribadah.

Adinda Bakrie dan teman-teman
Adinda Bakrie dan teman-teman
“Dia (Adinda) agamanya kuat. Saya pernah berkunjung ke tempat dia dan sepupunya tinggal di Boston. Saya kaget melihat di setiap ruangan di kamarnya terbentang sajadah mengarah ke kiblat, lengkap dengan lipatan sarung dan mukena di tempat tidur. Bagi saya, itu menandakan dia itu taat beribadah,” ujar peserta milis itu.

Sementara itu, hampir sama dengan Adinda, tak banyak keterangan siapa sebenarnya caIon suami Adinda Bakrie, Seng Hoo Ong.

Berdasarkan penelusuran di internet, melalui milis-milis yang beredar diketahui bahwa Seng-Hoo Ong adalah warga negara Singapura.

Di situs pertemanan Friendster, tertulis keterangan bahwa pria jangkung ini berusia 31 tahun. Seng bekerja di Lazard Freres, Central Proteinamira. Seng dan Adinda sama-sama lulusan Babson College, Massachusetts, Amerika Serikat

WALHI PROTES PERNIKAHAN ADINDA BAKRIE KARENA KASIHAN
Pesta perkawinan mewah salah satu anggota keluarga Bakrie diprotes oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Sebab kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang melibatkan grup Bakrie belum juga tuntas.

Menanggapi hal itu, keluarga Bakrie enggan berkomentar banyak. “Soal itu saya enggak mau ngomong. Orang menikah itu soal kewajiban agama,” kata juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa.

Hal itu dikatakan Lalu Mara yang juga menjabat sebagai staf khusus Menko Kesra Aburizal Bakrie saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (23/7/2008).

Namun, Lalu Mara membenarkan Adinda Bakrie, putri Indra Bakrie, mantan pemilik saham PT Lapindo Brantas akan menikah pada Jumat 25 Juli 2008 mendatang. Pernikahan keponakan Aburizal itu akan digelar di Hotel Sahid, Jakarta.

Mengenai aksi yang dilakukan Walhi di depan kantor Menko Kesra, Lalu Mara mengatakan, aktivis Walhi tidak menyingung-nyinggung pernikahan Adinda. Aksi itu adalah aksi solidaritas terhadap anak-anak korban lumpur Sidoarjo.

“Tadi topiknya soal hari anak, terus soal anak-anak di Porong (Sidoarjo),” kata Lalu Mara.

Sebelumnya, koordinator aksi Walhi M Teguh Surya memprotes pernikahan Adinda saat melakukan aksi di kantor Menko Kesra sekitar pukul 11.00 WIB.

“Pernikahan itu kabarnya menghabiskan dana sekitar 2 digit miliar rupiah. Sementara ribuan orang menghirup gas metan di Sidoarjo,” kata M Teguh kepada wartawan

Kenaikan BBM dan Kesulitan Ekonomi Rakyat Kecil Ternyata Membuat Para Pejabat Tambah Kaya Raya Dengan Penambahan Kekayaan Rata-rata 3 Milyar Rupiah

Kekayaan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto bertambah sekitar Rp 3 miliar dan 50.000 dollar Amerika Serikat dalam waktu sekitar 17 bulan. Sementara itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji memiliki 14 rumah yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Depok, Bogor, dan Subang, Jawa Barat.

Harta kekayaan pejabat tersebut diketahui saat Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (3/6) di Jakarta, mengumumkan harta kekayaan kedua pejabat tersebut. Kekayaan penyelenggara negara lain yang kemarin juga diumumkan adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Mattalatta.

Dalam laporannya pada 12 November 2007, Mardiyanto menyatakan memiliki kekayaan Rp 10,309 miliar dan 50.000 dollar AS. Jumlah itu melejit dibandingkan dengan laporan pada 26 Juni 2006, kekayaan Mardiyanto sebesar Rp 7,26 miliar.

Adapun Andi Mattalatta melaporkan, pada 18 Juni 2007 ia memiliki kekayaan Rp 7,411 miliar dan 92.252 dollar AS. Ini berarti naik sekitar Rp 700 juta dibandingkan dengan kekayaannya pada 31 Oktober 2006 atau delapan bulan sebelumnya, dengan data yang dilaporkan Rp 6,676 miliar dan 91.000 dollar AS.

Sementara itu, berdasarkan laporan pada 10 Juli 2007, Hendarman memiliki kekayaan Rp 3,476 miliar atau naik sekitar Rp 1,1 miliar dibandingkan dengan kekayaannya pada 18 Mei 2001 yang besarnya Rp 2,308 miliar. ”Kenaikan kekayaan saya terutama dari harta tidak bergerak dan alat transportasi,” katanya.

Dibandingkan dengan kekayaannya pada tahun 2001, di pelaporan Juli 2007 Hendarman tercatat membeli sebuah mobil Mercedes Benz seri A 140 tahun 2000 seharga Rp 210 juta dan Toyota Vios tahun 2005 seharga Rp 110 juta.

Namun, sumbangan kekayaan terbesar Hendarman berasal dari tanah dan bangunan. Dia tercatat memiliki 19 kapling tanah dengan 14 di antaranya terdapat bangunan yang nilai totalnya Rp 2,625 miliar.

”Tanah dan bangunan di Subang itu milik istri saya. Kebetulan dia sering ke sana,” kata Hendarman tentang delapan lokasi tanah di Subang. Tujuh lokasi tanah di antaranya terdapat bangunan yang baru muncul di laporan 2007.

Mardiyanto juga mengatakan, uang 50.000 dollar AS yang dilaporkannya merupakan tabungan istrinya. ”Pertambahan nilai kekayaan saya lebih karena naiknya nilai jual obyek pajak harta tidak bergerak (tanah dan bangunan),” ucapnya.

Mardiyanto juga mengaku, hampir semua kekayaan yang dimilikinya merupakan harta bawaan sejak sebelum menjadi Menteri Dalam Negeri, misalnya ketika menjadi Gubernur Jawa Tengah yang dimulai pada 1998.

Tidak masuk akal

Menanggapi kekayaan para pejabat tinggi sedemikian besar itu, Emerson Yuntho dari Indonesia Corruption Watch menilai, kekayaan para pejabat tidak masuk akal jika dilihat dari penghasilan mereka sebagai aparat negara.

”Kita tahu berapa gaji pegawai negeri. Untuk Andi Mattalatta, sebelum menjadi menteri, ia adalah politisi hingga kemungkinan juga pengusaha. Jadi, wajar jika kekayaannya hingga Rp 7 miliar,” ujarnya.

Menurut Emerson, laporan kekayaan tersebut tidak sekadar berhenti pada mengumumkannya kepada publik.

”Jika ada yang mencurigakan, seharusnya perlu segera diusut,” katanya