Category Archives: Pandeglang

Warga Padeglang Antri Minyak Tanah Hingga 7 Hari

Satu bulan terakhir, minyak tanah mulai sulit didapat di sejumlah daerah di Provinsi Banten. Bahkan di Pandeglang, para pedagang eceran harus mengantre selama tiga hingga tujuh hari untuk memperoleh minyak tanah di sejumlah pangkalan.

Tumpukan jeriken terlihat di sebuah pangkalan minyak tanah di daerah Ciekek, Kecamatan Pandeglang, Sabtu (5/4) pagi. Pada tiap-tiap jeriken tertulis tanggal serta nomor urut antrean. Sekitar 20 pedagang eceran menunggu di depan pangkalan hingga pasokan minyak tanah datang pada Sabtu siang.

Para pengecer minyak tanah itu mengaku sudah mengantre tiga hingga tujuh hari. Mereka menyimpan jeriken yang ditata berurutan sesuai dengan waktu pertama mengantre.

”Saya sudah seminggu nitip jeriken di sini. Setiap hari ditengokin, tapi belum juga dapat jatah. Jarang kebagian, baru hari ini bisa dapat,” ujar Ahmad Dahlan, pedagang eceran minyak tanah dari Kecamatan Cimanuk, Pandeglang.

Selain harus mengantre lama, jatah minyak tanah yang ia terima juga berkurang. Jika sebelumnya Ahmad bisa membawa pulang 200 liter minyak tanah, kemarin ia hanya memperoleh 80 liter saja.

Karena itulah, dia terpaksa menaikkan harga jual dari Rp 2.700 menjadi Rp 3.000 per liter. Padahal, harga beli di pangkalan hanya Rp 2.250 per liter. Hal serupa dialami Enek, pengecer minyak tanah dari daerah Cikondang, Kecamatan Pandeglang. Dia sudah tiga hari berkeliling ke sejumlah pangkalan, tetapi persediaan selalu habis.

Tumpukan jeriken juga terlihat di sejumlah pangkalan di kompleks Pasar Cibadak, Juhut, Ciekek, dan lainnya. Rata-rata jeriken-jeriken itu sudah dititipkan sejak hari Kamis lalu dan baru bisa memperoleh minyak tanah pada Senin ini.

Yayan, pegawai pangkalan di Ciekek, menceritakan, tiga pekan sebelumnya banyak pembeli baru datang ke pangkalannya. ”Enggak tahu persis kenapanya, tapi tiga minggu sebelumnya memang banyak pembeli yang belum dikenal. Makanya karena kurang terus, seminggu ini hanya melayani pembeli yang dikenal saja,” tuturnya.

Perbatasan

Kelangkaan minyak tanah juga mulai terjadi di daerah-daerah perbatasan di pantai utara Kabupaten Serang. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh minyak tanah satu pekan terakhir. ”Sekarang lagi susah cari minyak tanah, sering enggak kebagian. Padahal, butuhnya bisa 5-6 liter sehari,” ungkap Sumiyati, warga Pontang.

Secara terpisah, Sekretaris Hiswana Migas Banten Hermansyah mengatakan, belum ada pengurangan pasokan minyak tanah untuk Serang, Pandeglang, Cilegon, dan Lebak. Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan kepolisian untuk menjaga daerah perbatasan yang rawan penyelundupan minyak tanah.

Iklan